Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Satu Keluarga Perantau Tertular Covid-19 Saat Berada di Agam
Agam
15 jam yang lalu
Satu Keluarga Perantau Tertular Covid-19 Saat Berada di Agam
2
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
GoNews Group
14 jam yang lalu
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
3
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
Kesehatan
6 jam yang lalu
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
4
Pengangkatan Plt Direktur RSUD Pasaman Barat Diduga Langgar Aturan
Pasaman Barat
18 jam yang lalu
Pengangkatan Plt Direktur RSUD Pasaman Barat Diduga Langgar Aturan
5
Ombudsman Nilai Pengawasan Protokol Kesehatan di Sumbar Minim
Kesehatan
15 jam yang lalu
Ombudsman Nilai Pengawasan Protokol Kesehatan di Sumbar Minim
6
Pembangunan Pelabuhan Labuan Bajau dan Teluk Tapang Dilanjutkan 2021
Kepulauan Mentawai
16 jam yang lalu
Pembangunan Pelabuhan Labuan Bajau dan Teluk Tapang Dilanjutkan 2021
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Jokowi Kesal Rest Area Penuh Gerai Asing, Ini Jawaban Pengusaha

Jokowi Kesal Rest Area Penuh Gerai Asing, Ini Jawaban Pengusaha
Selasa, 10 Desember 2019 20:00 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kekecewaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas pemanfaatan rest area di ruas-ruas tol dipenuhi gerai-gerai waralaba asing seperti ayam goreng hingga kedai kopi merek global, ditanggapi dunia usaha pengelola pusat belanja.

Ketua Umum DPP Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan mengungkapkan bahwa sebenarnya waralaba asing yang hadir di Indonesia itu ada baiknya. Ini membuat banyak masyarakat tidak perlu keluar negeri dan asal bersaing dengan sehat.

"Saya kira gini waralaba asing itu sebenarnya buat kita ada bagusnya. Jangan dilihat jeleknya sebab bila orang kita (Indonesia) keluar negeri dia lihat juga restoran mana yang bagus-bagus begitu dia (restoran) itu ada di Indonesia ngapain keluar negeri lagi," kata Stefanus Ridwan saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2019).

Ia menuturkan bahwa kesuksesan yang diraih waralaba asing juga bisa menjadi motivasi bagi para pengusaha Indonesia. Mereka bisa berbisnis yang sama tapi dengan inovasi berbeda.

Meski begitu memang bukan langkah mudah untuk mengembangkan para UMKM. Untuk bersaing, para UMKM Indonesia sebaiknya juga harus memerhatikan segi kualitas, produk yang akan dijual, harga jual produk, lokasi dan promo.

"Mereka (pengusaha Indonesia) jika melihat ini sukses, hebat sebentar saja bisa ditiru. Orang kita juga pintar lihat peluang. Misalnya kaya minuman boba kekinian yang lain juga banyak kan sekarang. Jadi saya rasa enggak perlu khawatir soal itu yang penting kualitas dan harga harus diperhatikan," katanya.

Sebelumnya Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menjelaskan lebih lanjut terkait keinginan Jokowi ini. Dia mengatakan, hal tersebut tidak bisa dilepaskan dari masifnya pembangunan tol beberapa tahun terakhir.

"Biasanya pembangunan tol akan mematikan UMKM di jalur konvensional di daerah. Toko-toko suvenir mati, Pak Presiden minta supaya UMKM itu bisa jualan di rest area," ungkapnya di komplek Istana Kepresidenan, Senin (9/12/2019).

Di sisi lain, saat ini juga mulai banyak produk unggulan UMKM yang berkualitas. "Kan banyak produk-produk lokal, banyak sekali dari goreng ayam, kue-kue, kafe yang punya brand lokal yang bisa bersaing bahkan lebih enak. Nah ini yang harus diberi akses," tandasnya.***

Sumber : CNBC Indonesia
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan

Loading...
www www