Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Usung 'Sumangaik Baru', Faldo Maldini Daftarkan Diri Maju di Pilgub Sumbar
Politik
13 jam yang lalu
Usung Sumangaik Baru, Faldo Maldini Daftarkan Diri Maju di Pilgub Sumbar
2
Mulai Senin Ini, Pasaman Barat Tetapkan ASN Bappeda-Pemnag Bekerja dari Rumah
Pasaman Barat
13 jam yang lalu
Mulai Senin Ini, Pasaman Barat Tetapkan ASN Bappeda-Pemnag Bekerja dari Rumah
3
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
Peristiwa
13 jam yang lalu
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
4
Bertambah 1.893, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 125.396 Orang, 5.723 Meninggal
Kesehatan
19 jam yang lalu
Bertambah 1.893, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 125.396 Orang, 5.723 Meninggal
5
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
Peristiwa
14 jam yang lalu
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
6
Sekelompok Orang Serang Peserta Doa Pernikahan di Kediaman Assegaf bin Jufri, 3 Warga Terluka
Peristiwa
21 jam yang lalu
Sekelompok Orang Serang Peserta Doa Pernikahan di Kediaman Assegaf bin Jufri, 3 Warga Terluka
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Sisa Tubuh Diduga Buruh Migran Indonesia Ditemukan di Dalam Perut Buaya

Sisa Tubuh Diduga Buruh Migran Indonesia Ditemukan di Dalam Perut Buaya
Foto: the star
Minggu, 08 Desember 2019 12:28 WIB
MALAYSIA - Seekor buaya berukuran panjang 4.2m ditembak mati di sungai yang mengalir melalui perkebunan di distrik Ulu Suai, Sarawak Utara.

Tim aksi satwa liar Sarawak Forestry Corporation (SFC) memburu reptil dengan bantuan polisi dan penduduk desa.

Tulang manusia dan sisa-sisa pakaian ditemukan di dalam perut buaya setelah diangkut keluar dari sungai Jumat malam (7 Desember).

Kepala eksekutif SFC Zolkipli Mohamad Aton, sebagaimana dikutip GoNews.co dari thestar.com.my pada Minggu (8/12/2019) mengatakan, tulang dan pakaian diyakini milik seorang pekerja perkebunan Indonesia Abdul Situju, 33, yang hilang saat mengumpulkan sayuran di sepanjang tepi sungai.

Perburuan dimulai pada 29 November setelah penemuan jenazah manusia di tepi sungai yang mengalir melalui perkebunan yang terletak di antara Miri dan Bintulu.

Bagian dari sisa-sisa yang tampak seperti tangan dan batang ditemukan di sekitarnya.

Zolkipli mengatakan polisi memanggil SFC untuk melacak buaya setelah pekerja perkebunan mengatakan mereka melihat buaya besar mengintai di daerah rawa.

Zolkipli, dalam sebuah pernyataan pers, berterima kasih kepada polisi dan penduduk desa setempat atas bantuan mereka dalam menangkap reptil pembunuh.

Dia mengingatkan publik untuk memperingatkan pihak berwenang atau menelepon hotline SFC ketika menemukan makhluk berbahaya dan tidak mencoba dan menangani mereka sendiri.

"Buaya sangat berbahaya, jadi yang terbaik adalah mengingatkan kita jika ada penampakan," katanya.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : GoNews Group, Peristiwa

Loading...
www www