Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Digrebek saat Begituan dengan Pemulung, Bu Guru Ngaku Khilaf Tergiur 'Anu Gede'
Hukum
19 jam yang lalu
Digrebek saat Begituan dengan Pemulung, Bu Guru Ngaku Khilaf Tergiur Anu Gede
2
Setelah Jokowi Kunjungi Mal dan Stasiun, DPR Tanya: Kapan Bapak Kunjungi Masjid?
Politik
24 jam yang lalu
Setelah Jokowi Kunjungi Mal dan Stasiun, DPR Tanya: Kapan Bapak Kunjungi Masjid?
3
Demokrat: Waspadalah Gerakan PKI di Tengah Kegaduhan Pandemi
Politik
22 jam yang lalu
Demokrat: Waspadalah Gerakan PKI di Tengah Kegaduhan Pandemi
4
Raffia Arshad, Hakim Pertama di Inggris yang Kenakan Jilbab
Internasional
19 jam yang lalu
Raffia Arshad, Hakim Pertama di Inggris yang Kenakan Jilbab
5
Minta Pemerintah Tegas, Pimpinan MPR Usul Moratorium TKA Masuk Indonesia
Politik
19 jam yang lalu
Minta Pemerintah Tegas, Pimpinan MPR Usul Moratorium TKA Masuk Indonesia
6
Garuda Imbau Calon Penumpang Penuhi Syarat Keluar-Masuk Jakarta
GoNews Group
23 jam yang lalu
Garuda Imbau Calon Penumpang Penuhi Syarat Keluar-Masuk Jakarta
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Samakan FPI Dengan DI/TII, Irjen Pol (Purn) Anton Tabah: Hendropriyono Konyol

Samakan FPI Dengan DI/TII, Irjen Pol (Purn) Anton Tabah: Hendropriyono Konyol
Wakil Ketua Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Irjen Pol (Purn), Anton Tabah Digdoyo/Net
Rabu, 04 Desember 2019 22:19 WIB
JAKARTA - Menyamakan ormas Front Pembela Islam (FPI) dengan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) sama saja tak menggunakan nalar berpikir yang baik.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Irjen Pol (Purn), Anton Tabah Digdoyo merespons ucapan tokoh AM Hendropriyono yang membandingkan penanganan pemerintah terhadap FPI dan Kartosuwiryo, yakni pendiri DI/TII.

"Mosok ia samakan FPI dengan DI/TII? Apa salah FPI? Ini negara hukum, bukan negara fasis. Itu konyol," kata Anton Tabah saat dihubungi redaksi, Rabu (4/12).

Berdasarkan rekam jejak, FPI dan DI TII tidak bisa disamakan. DI/TII adalah pemberontak, sedangkan FPI, jelasnya Anton Tabah ormas baik, tak pernah sekalipun brontak.

"Bahkan FPI selalu jadi pelopor penanganan bencana alam, bencana kelaparan, menolong ksulitan masyarakat ketika sulit air bersih, bahkan bedah rumah bagi yang sangat miskin," papar Anggota Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) ini.

FPI, lanjutnya, merupakan ormas toleran serta kredibilitasnya sudah teruji hingga saat ini.

"Tapi kenapa Hendro tiba-tiba bilang FPI bermasalah? Apa karena frasa khilafah dinilai ancaman Pancasila. Khilafah itu ajaran syariat Islam yang harus diimani dan itu juga sesuai amanah Pancasila/UUD 45. Apakah mengimani akidah dianggap masalah? Tidak," tandasnya.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Rmol.id
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www