Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
Peristiwa
12 jam yang lalu
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
2
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
Hukum
23 jam yang lalu
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
3
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
Politik
22 jam yang lalu
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
4
Mantan Staf Ahli Panglima TNI Galang Ribuan Dukungan untuk Ruslan Buton
Hukum
19 jam yang lalu
Mantan Staf Ahli Panglima TNI Galang Ribuan Dukungan untuk Ruslan Buton
5
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
Hukum
18 jam yang lalu
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
6
Kemenag Pasaman Barat Berdayakan KUA untuk Jelaskan Penundaan Berhaji
Pasaman Barat
14 jam yang lalu
Kemenag Pasaman Barat Berdayakan KUA untuk Jelaskan Penundaan Berhaji
Loading...
Home  /   Berita  /   Umum

Gaji Belum Juga Turun, Buruh PT Palma Satu Riau Kembali Geruduk KPK

Gaji Belum Juga Turun, Buruh PT Palma Satu Riau Kembali Geruduk KPK
Rabu, 04 Desember 2019 22:42 WIB
JAKARTA - Ratusan karyawan kebun kelapa sawit PT Palma Satu Riau kembali menyambangi gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/12).

Mereka kembali berunjuk rasa menuntut KPK tidak tebang pilih dalam melakukan upaya penegakan hukum.

Dalam aksi yang keenam kalinya ini, unjuk rasa dibalut dengan aksi teatrikal yang menggambarkan keadaan dan tuntutan dari karyawan.

Terlihat seseorang menutupi wajahnya dengan topeng bergambar salah satu pimpinan KPK. Di depannya, berdiri empat orang yang membawa benda seperti tongkat dengan tangan terikat.

Sementara itu, tampak empat orang berorasi secara bergantian di atas mobil bak terbuka. Massa juga menuntut agar KPK segera membuka pemblokiran rekening PT Palma Satu.

Koordinator aksi, Antoni Lawolo mengatakan, ribuan karyawan terancam terkena PHK karena perusahaan tidak bisa membayar gaji akibat pemblokiran rekening.

"Ini bukan kebencian, ini datang dari hati kami. Semoga bapak mempertimbangkan apa yang kami sampaikan. Kami meminta keadilan dan KPK tidak tebang pilih dalam penegakan hukum," kata Antoni dalam orasinya di lokasi.

KPK selaku lembaga penegakan hukum yang independen dituntut tidak boleh tebang pilih dalam upaya penegakan hukum.

"Apalagi jika disusupi dengan kepentingan," tandasnya.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Rmol.id
Kategori : Umum, Peristiwa, Hukum

Loading...
www www