Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
12 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
2
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
3
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
Kesehatan
5 jam yang lalu
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
4
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat 'New Normal' dengan...
GoNews Group
6 jam yang lalu
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat New Normal dengan...
5
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
11 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
6
Indonesia Belum Siap Hadapi 'New Normal' menurut Pakar Kesehatan Masyarakat
GoNews Group
8 jam yang lalu
Indonesia Belum Siap Hadapi New Normal menurut Pakar Kesehatan Masyarakat
Loading...
Home  /   Berita  /   Hukum

Cabuli Santrinya, Tokoh Agama di Jombang Digarap Polisi

Cabuli Santrinya, Tokoh Agama di Jombang Digarap Polisi
Ilustrasi. (Net)
Rabu, 04 Desember 2019 21:22 WIB
JOMBANG - Diduga mencabuli santrinya, seorang putra tokoh agama di Ploso, Jombang, MS (39), dilaporkan ke polisi. Korbannya adalah NA, gadis asal Jawa Tengah yang masih berusia di bawah umur.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Ambuka Yudha membenarkan adanya laporan tersebut. Namun demikian Yudha enggan membeber latar belakang sosial MS. Dia hanya memastikan bahwa kepolisian sudah mulai melakukan penyidikan.

“Benar, kami sudah menerima laporan tersebut. Ada satu korban yang melapor,” kata Yudha ketika dikonfirmasi, Rabu (4/12/2019).

Yudha mengungkapkan, SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) juga sudah dikirimkan kepada terlapor. Dalam tahap penyidikan ini, polisi juga akan memintai keterangan sejumlah saksi terkait. Namun demikian, polisi belum berani memastikan apakah status MS sudah menjadi tersangka atau belum.

“Sekarang masih kami dalami, akan kami lakukan gelar perkara terlebih dulu. Dengan begitu akan diketahui materi apa saja yang perlu diperdalam,” kata Yudha menegaskan.

Informasi yang beredar di lapangan, jumlah korban tidak hanya satu orang, melainkan lebih dari itu. Namun sejauh ini baru satu korban saja yang melapor ke polisi.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Beritajatim.com
Kategori : Hukum, Peristiwa, Umum, GoNews Group

Loading...
www www