Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
Peristiwa
22 jam yang lalu
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
2
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
Kesehatan
22 jam yang lalu
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
3
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
Peristiwa
22 jam yang lalu
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
4
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
Politik
23 jam yang lalu
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
5
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Peristiwa
11 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group
SEA Games XXX Filipina 2019

Masyarakat Filipina Tidak Khawatirkan Badai Tysoy

Masyarakat Filipina Tidak Khawatirkan Badai Tysoy
Selasa, 03 Desember 2019 16:53 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MANILA - Sejumlah masyarakat Filipina menilai Typhoon Kammuri atau badai Tysoy tidak berbahaya. Makanya, mereka tetap melakukan aktifitas dan pertandingan yang digelar di Manila tetap dilangsungkan

"Badai Tysoy ini sudah biasa dan selalu datang di bulan Desember. Biasanya, angin kencang disertai hujan. Tidak perlu khawatir karena tidak berbahaya," kata Yong Umali, ibu salah seorang atlet wushu Filipina di World Trade Centre (WTC) Manila, Selasa (3/12/2019).

Hal yang sama juga dilontarkan RIcardo, sopir mobil online. "Badai Tysoy itu sudah biasa datang di akhir tahun. Anginnya memang sedikit kencang dan disertai hujan tetapi tidak berpengaruh dengan kegiatan. Lihat saja semua masyarakat Filipina tetap melakukan aktivitasnya," jelas Ricardo.

"Tak ada masalah dengan badai Tysoy. Hanya angin dan hujan saja kok," kata Dea, salah seorang volenteer SEA Games yang juga pernah menjadi relawan bencana badai Yolanda pada tahun 2013.

Baik Yong Umali, Ricardo dan Dea mengakui masyarakat Filipina sudah terbiasa dengan badai. Ketiganya menyebut ada sekitar 20 lebih badai yang melanda Filipina setiap tahun.

"Badai yang datang itu diberi nama sesuai dengan alfabet. Dan, badai yang paling berbahaya itu badai Yolanda yang menewaskan 5 ribu lebih di daerah Taklabon Civayas tahun 2013," terang Dea yang tinggal di Metro Manila.

"Biasanya badai Tysoy ini paling lama dua atau tiga hari," timpal Yong Umali. ***

Kategori : GoNews Group, Olahraga

Loading...
www www