Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Keluar dari Fase PSBB, Inilah Opsi yang akan Dilakukan oleh Pemko Bukittinggi
Ekonomi
6 jam yang lalu
Keluar dari Fase PSBB, Inilah Opsi yang akan Dilakukan oleh Pemko Bukittinggi
2
Masih Banyak Daerah Zona Merah, Ketua DPD Desak Pemerintah Kaji Ulang Pilkada di Bulan Desember
Umum
8 jam yang lalu
Masih Banyak Daerah Zona Merah, Ketua DPD Desak Pemerintah Kaji Ulang Pilkada di Bulan Desember
3
Senator Sambut Baik Penerapan Akses Terbatas dan 'Paperless' di Kompleks DPR
GoNews Group
24 jam yang lalu
Senator Sambut Baik Penerapan Akses Terbatas dan Paperless di Kompleks DPR
4
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di 'Pangong Lake'
Internasional
8 jam yang lalu
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di Pangong Lake
5
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
GoNews Group
7 jam yang lalu
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
6
Upaya Pulihkan Ekonomi, Pedagang Pasar Pusat Padang Panjang Siap Sambut New Normal
Lingkungan
6 jam yang lalu
Upaya Pulihkan Ekonomi, Pedagang Pasar Pusat Padang Panjang Siap Sambut New Normal
Loading...
Home  /   Berita  /   Politik

Legislator Minta KPI Awasi Konten Media Asing di Perbatasan

Legislator Minta KPI Awasi Konten Media Asing di Perbatasan
Ilustrasi: Abbiati
Selasa, 03 Desember 2019 13:44 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Andika Pandu Puragabaya meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) lebih mengawasi penyiaran di daerah perbatasan Indonesia dengan negara-negara tetangga karena bisa menjadi ancaman laten bagi nilai-nilai kebangsaan dan kedaulatan NKRI.

“Masyarakat di daerah perbatasan jauh dari informasi pusat, sehingga sangat rawan dimasuki oleh nilai-nilai asing. Nah, pastinya kita tidak mau hal itu terjadi,” kata Andika usai Rapat Dengar Pendapat dengan jajaran Komisioner KPI di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (2/12/2019)

Dalam rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Teuku Riefky Harsya itu, Andika menuturkan bahwa di wilayah perbatasan siaran asing lebih mudah diterima masyarakat dengan lebih baik dibandingkan siaran nasional maupun lokal.

"Misalnya, masyarakat di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara yang lebih mudah mengakses siaran televisi dari Malaysia," kata politisi Gerindra itu.

Karenanya, Ia mendorong KPI untuk aktif dan inisiatif mengawasi penyiaran di daerah 3 T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

Hal senada disampaikan Anggota Komisi I DPR RI Kresna Dewanata Phrosakh. Politisi F-NasDem ini menilai, perlu keterlibatan masyarakat untuk membantu KPI dalam mengawasi konten penyiaran di perbatasan, “untuk memberikan masukan melalui pengaduan, sehingga KPI tahu jika ada pelanggaran,".***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : Politik, GoNews Group

Loading...
www www