Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kisah Mualaf Uskup Agung yang Menggemparkan, Rumahnya Dibom Saat Ibadah Haji dan 3 Bayinya Terbunuh
Feature
19 jam yang lalu
Kisah Mualaf Uskup Agung yang Menggemparkan, Rumahnya Dibom Saat Ibadah Haji dan 3 Bayinya Terbunuh
2
Jokowi Sudah Teken PP Gaji ke-13 PNS, Paling Lambat Cair Pekan Depan, Ini Besarannya
Nasional
8 jam yang lalu
Jokowi Sudah Teken PP Gaji ke-13 PNS, Paling Lambat Cair Pekan Depan, Ini Besarannya
3
Perlu Terobosan Kreatif untuk Hindari Resesi Ekonomi
GoNews Group
19 jam yang lalu
Perlu Terobosan Kreatif untuk Hindari Resesi Ekonomi
4
HNW: Tragedi Ledakan Dahsyat di Beirut Harus Diusut Tuntas
GoNews Group
20 jam yang lalu
HNW: Tragedi Ledakan Dahsyat di Beirut Harus Diusut Tuntas
5
Simpati Indonesia Untuk Para Korban Ledakan Lebanon
GoNews Group
20 jam yang lalu
Simpati Indonesia Untuk Para Korban Ledakan Lebanon
6
Hasan Basri: Ada 174 Pasal Yang Akan Kami Pelototi
GoNews Group
19 jam yang lalu
Hasan Basri: Ada 174 Pasal Yang Akan Kami Pelototi
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Jelang Pemilihan Ketum Golkar, Fraksi Bisa Minta Bamsoet Mundur dari Ketua MPR

Jelang Pemilihan Ketum Golkar, Fraksi Bisa Minta Bamsoet Mundur dari Ketua MPR
Foto: Zul/GoNews.co
Senin, 02 Desember 2019 14:57 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Idris Laena, mengemukakan adanya etika yang berlaku di internal beringin, bahwa setiap orang yang menjabat pengurus di partai atau menjabat di alat kelengkapan dewan termasuk menjabat Ketua MPR RI, harus mundur dari jabatan tersebut ketika mencalonkan diri menjadi Ketua Umum Partai Golkar.

"Ditunjuk oleh Pimpinan tapi kok malah menjadi saingan Ketua Umum yang harusnya dia menjadi bagian yang mensukseskan Ketua Umum," kata Idris kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Terbuka kemungkinan, Fraksi Partai Golkar MPR RI akan membuat rekomendasi pengunduran diri Bamsoet atau bahkan pemecatannya dari jabatan Ketua MPR RI, jika Bamsoet mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Golkar. Tapi Idris menegaskan, kebijakan itu tak bisa muncul dari dirinya.

"Kebijakan itu ada di Pimpinan Partai, kalau perintahnya seperti itu, saya akan melaksanakan," kata Idris.

Sebagai Ketua Fraksi, Idris juga menegaskan, "Jangan lupa! fraksi Golkar di MPR adalah perpanjangan tangan partai Golkar di MPR,".

Idris mengakui bahwa etika yang berlaku ini memang relatif menjadi sorotan, karena masa pendaftaran Calon Ketua Umum yang lebih awal dari Pemilihan Ketua Umum periode-periode sebelumnya.

Kali ini, kata Idris, pendaftaran tidak dibuka saat gelaran Munas, tapi sudah dimulai beberapa pekan lalu, dan sudah ada sekira 8 orang yang mendaftar.

Seperti diketahui, Munas (Musyawarah Nasional) Partai Golkar akan berlangsung pada 3-6 Desember 2019 dan salah satu agendanya adalah penetapan Ketua Umum Partai Golkar periode 2019-2024.

Ketua Umum Golkar saat ini, Airlangga Hartarto, dan kadernya yang juga Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menjadi 2 nama yang sejauh ini paling santer disebut mengisi bursa Caketum Golkar.***


Loading...
www www