Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Alhamdulilah, dari 25 Orang Pasien Positif Covid -19 di Padang Panjang, 21 Orang Dinyatakan Sembuh
Lingkungan
21 jam yang lalu
Alhamdulilah, dari 25 Orang Pasien Positif Covid -19 di Padang Panjang, 21 Orang Dinyatakan Sembuh
2
Satgas Covid-19 DPR RI Sentil Kemendikbud soal Persiapan 'New Normal'
Pendidikan
5 jam yang lalu
Satgas Covid-19 DPR RI Sentil Kemendikbud soal Persiapan New Normal
3
Segera Berlakukan New Normal, MPR Minta Empat Provinsi Ini Bersiap Diri
Politik
3 jam yang lalu
Segera Berlakukan New Normal, MPR Minta Empat Provinsi Ini Bersiap Diri
4
TKA China Ngambek, Rusak Fasilitas Bandara Banyuwangi
GoNews Group
4 jam yang lalu
TKA China Ngambek, Rusak Fasilitas Bandara Banyuwangi
5
Mahfud MD Sebut Korban Jiwa Kecelakaan 9 Kali Lebih Banyak dari Corona
Politik
4 jam yang lalu
Mahfud MD Sebut Korban Jiwa Kecelakaan 9 Kali Lebih Banyak dari Corona
6
Bahas Persiapan New Normal, Satgas Covid-19 DPR Sambangi Menkes
Politik
6 jam yang lalu
Bahas Persiapan New Normal, Satgas Covid-19 DPR Sambangi Menkes
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Konversi Bank Nagari Menjadi Bank Syariah Jangan Setengah-setengah

Konversi Bank Nagari Menjadi Bank Syariah Jangan Setengah-setengah
ilustrasi
Minggu, 01 Desember 2019 17:58 WIB
PADANG - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Nagari, Sabtu 30 November 2019, secara aklamasi menyetujui perubahan PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat (Sumbar) atau Bank Nagarimenjadi bank syariah.

Menanggapi perubahan konversi menjadi syariah itu, pakar ekonomi dari Universitas Andalas (Unand), Niki Lukviarman, mengatakan apa yang dilakukan Bank Nagari sudah tepat. Apalagi hal ini sesuai dari keinginan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar).

“Kalau saya melihat, secara umum (syariah) ini keinginan masyarakat dan Bank Nagari merupakan milik masyarakat Sumbar. Perubahan Bank Nagari ke syariah sudah menjadi keinginan masyarakat,” ujar Niki seperti dilansir Langgam.id, Minggu (1/12/2019).

Namun, lanjut Niki, konversi ke syariah tersebut menjadi tantangan baru bagi Bank Nagari. Tantangan itu seperti melakukan perubahan yang betul-betul syariah dan melakukan edukasi kepada nasabah.

“Bagi saya yang paling penting, syariah jangan setengah-setengah, sesuaikan kondisi syariah sebenarnya. Tantangan Bank Nagari selanjutnya yang mengubah perbankan konvensional menjadi syariah itu,” katanya.

Ia tidak menampik akan banyak menimbulkan pertanyaan para nasabah setelah konversi Bank Nagari menjadi syariah. Maka dari itu, Niki berharap Bank Nagari dapat memanfaatkan masa dua tahun untuk melakukan edukasi.

“Syarat menjadi syariah tidak otomatis. Selama masa dua tahun transisi ini bagaimana Bank Nagari sosialisasikan kepada masyarakat. Apakah adanya penolakan, ya tergantung sosialisasi itu nanti,” tuturnya sembari menyebutkan Bank Nagari dapat mengambil contoh Bank Riau dan Aceh yang lebih dulu menyetujui konversi menjadi syariah.

“Jadi tantangan bagaimana Bank Nagari betul-betul syariah bukan tidak hanya nama dan setengah. Harus betul-betul edukasi nasabah dan mempersiapkan dana dalam edukasi itu. Bisa engga diubah selama dua tahun ini,” sambungnya. (irwanda/RC)

Editor : arie rh
Sumber : Langgam.id
Kategori : GoNews Group, Ekonomi, Sumatera Barat, Padang

Loading...
www www