Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jaga Perekonomian, Presiden: Jangan Ada Lagi Beli dari Luar
GoNews Group
13 jam yang lalu
Jaga Perekonomian, Presiden: Jangan Ada Lagi Beli dari Luar
2
Dua Unggulan Teratas Belum Terkalahkan
GoNews Group
23 jam yang lalu
Dua Unggulan Teratas Belum Terkalahkan
3
NJOP Tinggi dan Memberatkan, Legislator Lirik Insentif sebagai Solusi
Ekonomi
19 jam yang lalu
NJOP Tinggi dan Memberatkan, Legislator Lirik Insentif sebagai Solusi
4
Misbakhun Dorong Efektivitas Ratusan Triliun Subsidi Energi
GoNews Group
19 jam yang lalu
Misbakhun Dorong Efektivitas Ratusan Triliun Subsidi Energi
5
Jamuan Makan Malam dengan Puan, Pimpinan DPD RI Minta Hasil Kinerja Lembaganya Ditindaklanjuti DPR
Politik
7 jam yang lalu
Jamuan Makan Malam dengan Puan, Pimpinan DPD RI Minta Hasil Kinerja Lembaganya Ditindaklanjuti DPR
6
KAI Butuh Dana Talangan, Legislator Dorong Kreativitas Bisnis
GoNews Group
19 jam yang lalu
KAI Butuh Dana Talangan, Legislator Dorong Kreativitas Bisnis
Loading...
Home  /   Berita  /   Pemerintahan

Diganti Rugi Rp180 Juta per Hektar untuk Tol Pekanbaru - Dumai, Ibu-ibu di Kandis Protes, DPRD Siak Heran

Diganti Rugi Rp180 Juta per Hektar untuk Tol Pekanbaru - Dumai, Ibu-ibu di Kandis Protes, DPRD Siak Heran
Progres pembangunan Tol Pekanbaru - Dumai
Minggu, 01 Desember 2019 12:19 WIB
Penulis: Ira Widana
SIAK SRI INDRAPURA - Polemik pembebasan lahan Tol Pekanbaru - Dumai yang dihargai Rp18 ribu per meter mendadak viral di media sosial. Dengan harga tersebut, satu hektare dinilai Rp180 juta atau Rp18.000 x 10.000 meter (1 hektare = 10.000 meter persegi).

Ketua DPRD Kabupaten Siak Azmi mengaku heran kenapa masih ada warga protes dengan harga yang telah ditetapkan Pengadilan Negeri Siak.

"Pengadilan Negeri Siak tentunya tidak asal menetapkan putusan begitu saja. Tentu ada kajian khusus untuk menetapkan harga Rp18 per meter itu. Semua proses dilalui hingga akhirnya sepakat atau final di angka Rp18 ribu per meter," kata Azmi kepada GoRiau.com, Minggu (1/12/2019).

Jika dirincikan, kata Azmi, ganti ruginya Rp18.000 x 10.000 meter (per hektar) sama dengan Rp180 juta atau Rp360 juta per kavling sawit (1 kavling sama dengan 2 hektare). Angka itu nampak jelas, masyarakat sama sekali tidak dirugikan.

"Bahkan jauh sebelum PN Siak memutuskan harga itu, sudah pernah juga semua pihak terkait duduk bersama di DPRD Siak untuk bermusyawarah menentukan harga ganti rugi tersebut," ungkap Azmi lagi.

Azmi juga menyayangkan ungkapan ibu-ibu yang merasa dirugikan dan menuding pemerintah serta semua pihak terkait tidak pernah mengajaknya bermusyawarah.

"Tidak ada yang menetapkan harga sebelah pihak, Pemkab Siak, PN Siak, masyarakat dan juga pihak PT HKI pernah bermufakat untuk menetapkan harga ini. Pengadilan lebih adil dan lebih tahu dalam menetapkan putusannya," katanya.

Seperti yang diketahui, isak tangis warga yang didominasi ibu-ibu mewarnai pembebasan lahan pembangunan jalan Tol Pekanbaru - Dumai di jalan Limbek, Kampung Kandis, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau, Kamis 28 November 2019.

Hal itu terjadi karena pihak keluarga pemilik lahan, tidak terima dengan harga ganti rugi yang dinilai terlalu murah dari harga semangkok bakso.

"Sampai hati kalian! harga tanah kami kalian buat lebih murah dari semangkok bakso," teriak Riana, seorang warga dikerumunan ratusan petugas TNI/Polri, Pemkab Siak, PN Siak serta PT Hutama Karya Insfrastruktur (HKI) yang hadir di sana. ***

Kategori : Pemerintahan, Umum

Loading...
www www