Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Satu Keluarga Perantau Tertular Covid-19 Saat Berada di Agam
Agam
20 jam yang lalu
Satu Keluarga Perantau Tertular Covid-19 Saat Berada di Agam
2
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
GoNews Group
19 jam yang lalu
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
3
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
Kesehatan
11 jam yang lalu
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
4
Pengangkatan Plt Direktur RSUD Pasaman Barat Diduga Langgar Aturan
Pasaman Barat
23 jam yang lalu
Pengangkatan Plt Direktur RSUD Pasaman Barat Diduga Langgar Aturan
5
Akibat Ledakan Dahsyat di Beirut, 300 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Internasional
11 jam yang lalu
Akibat Ledakan Dahsyat di Beirut, 300 Ribu Orang Kehilangan Rumah
6
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
GoNews Group
11 jam yang lalu
Penderita  Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
Loading...
Home  /   Berita  /   Peristiwa

Banjir di Solok Selatan, Akses Jalan Tertutup dan 924 Rumah Terendam

Banjir di Solok Selatan, Akses Jalan Tertutup dan 924 Rumah Terendam
Jum'at, 22 November 2019 23:40 WIB
PADANG - Setelah Kabupaten Agam, banjir bandang kini menerjang wilayah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Akibatnya, jalan raya yang menghubungkan Kabupaten Solok Selatan menuju Padang ditutup total malam ini.

Kabag Humas Pemda Kabupaten Solok Selatan Firdaus Firman mengatakan lokasi bencana berada di Jorong Liki, Nagari Lubuk Gadang Selatan. Ketinggian air mencapai 1 meter.

"Jalan ditutup akibat banjir. Ketinggiannya sepinggang orang dewasa dan sangat deras," kata Firdaus kepada detikcom, Jumat (22/11/2019) malam.

Selain di Liki, banjir menerjang 7 nagari yang ada di 2 kecamatan. Sebanyak 924 rumah terendam dan 2.959 jiwa terdampak. Dua kecamatan tersebut adalah Sungai Pagu dan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD).

Baca juga: Pemkab Agam Tetapkan Tanggap Darurat Banjir Bandang 15 Hari

Dia mengatakan tim BPBD sudah dikerahkan ke lokasi untuk membantu warga terdampak, sekaligus melakukan pendataan yang lebih lengkap.

"Warga diharapkan meningkatkan kewaspadaan, karena cuaca yang kurang bagus. Hingga malam ini masih hujan lebat," kata dia.

Sebelumnya, banjar bandang terjadi di Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Pemerintah daerah menetapkan masa tanggap darurat banjir bandang dan longsor selama 15 hari.

"Semula rencana hanya tiga hari. Namun, melihat banyaknya yang perlu diperbaiki, termasuk memperbaiki aliran sungai serta pembersihan material longsor, akhirnya kita tetapkan selama 15 hari," kata Bupati Agam Indra Catri kepada detikcom di lokasi bencana, Jumat (22/11).***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Detik.com
Kategori : Peristiwa, Pemerintahan, Sumatera Barat

Loading...
www www