Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Polisi Tangkap Wali Nagari Diduga Pelaku Tambang Ilegal di Dharmasraya
Dharmasraya
20 jam yang lalu
Polisi Tangkap Wali Nagari Diduga Pelaku Tambang Ilegal di Dharmasraya
2
Sehari Sebelumnya tak Dibelikan Paket Internet, Esoknya Pemuda di Solsel Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar
Peristiwa
20 jam yang lalu
Sehari Sebelumnya tak Dibelikan Paket Internet, Esoknya Pemuda di Solsel Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar
3
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
Politik
12 jam yang lalu
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
4
Melihat National Geographic 'Berburu' Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
Peristiwa
13 jam yang lalu
Melihat National Geographic Berburu Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
5
Pemda Solok Selatan Hapus Aset 'Medan Nan Bapaneh' untuk RTH Seribu Rumah Gadang
Solok Selatan
12 jam yang lalu
Pemda Solok Selatan Hapus Aset Medan Nan Bapaneh untuk RTH Seribu Rumah Gadang
6
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
17 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Harus Jadi Perhatian Kapolri

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Harus Jadi Perhatian Kapolri
Dok. GoNews Grup
Kamis, 21 November 2019 02:00 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI, Taufik Basari berharap, Polri di bawah Pimpinan Jenderal Pol. Idham Aziz, dapat lebih humanis, peka terhadap gender, dan meminimalisir penggunaan senjata dalam penindakan di lapangan.

Hal ini diungkap Taufik dalam rapat kerja dengan Kapolri dan Kapolda seluruh Indonesia di ruang rapat Komisi III DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Berdasarkan catatan Komnas Perempuan, kata Taufik, terjadi peningkatan jumlah kasus kekerasan perempuan dan anak pada setiap tahunnya. Pada tahun 2018 tercatat ada 406.176 kasus yang masuk ke Komnas Perempuan. Data tersebut meningkat 14% dari tahun 2017 yang sebesar 384.446 kasus.

"Menurut saya, ini adalah kasus darurat yang harus mendapat perhatian dari Polri," tegas Pria yang akrab disapa Tobas itu.

Tobas yang juga ketua Fraksi NasDem MPR RI itu menambahkan, dalam menangani kasus-kasus demikian, kepolisian diharap tak meneruskan semua kasus ke tanah pidana.

Menurut Tobas, cukup arif untuk menjaga kesan dan nilai yang berlaku di masyarakat terkait aib sosial. Pendekatan ini, diharap bisa lebih meringankan langkah kaki korban untuk mengurus perkara mereka di kepolisian.

"Untuk itu perlu ada peningkatan kapasitas Polri terkait pemahaman kepekaan gender. Dalam penanganan Polri harus memiliki perspektif perempuan dan perlindungan korban. Tidak hanya bagi Polwan, tetapi juga bagi polisi laki-laki," kata Tobas.

Karena itu, kata Tobas, dirinya berharap ada revisi Perkap No. 10 Tahun 2007 tentang Unit Pelayanan Perempuan dan Anak. "Perlu ada peningkatan dari segi SDM, fasilitas maupun anggarannya,".

Dalam rapat kerja tersebut, kader muda Partai Nasdem itu juga mengapresiasi langkah Polri dalam melakukan pembenahan internal, yakni dengan dikeluarkannya larangan Polri main proyek, melalui Surat Edaran bernomor R/2029/XI/2019 dan larangan anggota Polri menunjukkan gaya hidup mewah yang tertuang dalam Telegram Rahasia (TR) Nomor ST/30/XI/HUM/3.4/2019/DIVPROPAM.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : GoNews Group, Hukum, Politik

Loading...
www www