Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
GoNews Group
21 jam yang lalu
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
2
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Sa'adah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
GoNews Group
18 jam yang lalu
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Saadah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
3
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
Politik
20 jam yang lalu
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
4
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
Peristiwa
20 jam yang lalu
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
5
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
Peristiwa
2 jam yang lalu
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
6
Timnas U 16 Indonesia Sudah Terbiasa Latihan dengan Protokol Kesehatan
GoNews Group
22 jam yang lalu
Timnas U 16 Indonesia Sudah Terbiasa Latihan dengan Protokol Kesehatan
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Arief Puyuono Ingatkan Prabowo soal Ancaman Kedaulatan dari Kapal China

Arief Puyuono Ingatkan Prabowo soal Ancaman Kedaulatan dari Kapal China
Dok. Pribadi
Kamis, 21 November 2019 23:16 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra, Arief Poyuono mengingatkan, Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, akan adanya ancaman kedaulatan negara Republik Indonesia di wilayah perairan.

Arief menyoroti, adanya kapal kabel asal Tiongkok yang beroperasi di perairan Indonesia.

"Ini PR baru Menhan dalam menjaga kedaulatan negara kita. Tolak kapal kabel asing RRC beroperasi di laut Indonesia!" tukas Arief kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Arief menduga, ada mafia dan 'backing' kuat politik yang 'menekan' Kementrian Perhubungan untuk melanggar asas cobatage. Katanya, "Ada 'hanky panky' (perselingkuhan) di Kementerian Perhubungan dengan membiarkan Kapal Kabel atau Cable Ship asing itu menggelar kabel untuk sistem komunikasi,".

"Para pengusaha lokal yang telah melakukan investasi miliaran rupiah untuk pengadaan kapal berbendera Indonesia akan menjadi sia-sia. Sebab kapal berbendera asing justru dibolehkan beroperasi di perairan indonesia," kata Arief.

"Buat apa ada azas cabotage? Kapal berbendera Indonesia tidak menjadi tuan rumah di negara sendiri," kata Arief, ketus.

Seharusnya, menurut Arief, sepanjang kapal-kapal penggelar kabel yang berbendera Indonesia tengah standby, maka pemerintah harus lebih mengutamakan kapal lokal itu ketimbang kapal asing.

"Tidak benar diberikan ke kapal berbendera asing. Kalau kapal Indonesia tidak tersedia, maka baru lah kapal asing bisa diberikan izin operasi di perairan Indonesia," ujarnya.

Karena itu, Ia berharap Kementerian Perhubungan tidak mengeluarkan surat persetujuan pengunaan kapal asing.

"Begitu juga Kementerian Pertahanan, jangan sampai mengeluarkan surat Security Clearance dan Security officer untuk kapal kabel milik asing yang akan melakukan kegiatan pengelaran kabel di wilayah perairan Indonesia," pungkasnya sembari menyebut nama 'CS Bold Maverick'.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : GoNews Group, Hukum, Ekonomi, Politik

Loading...
www www