Loading...

Arief Puyuono Ingatkan Prabowo soal Ancaman Kedaulatan dari Kapal China

Arief Puyuono Ingatkan Prabowo soal Ancaman Kedaulatan dari Kapal China
Dok. Pribadi
Kamis, 21 November 2019 23:16 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra, Arief Poyuono mengingatkan, Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, akan adanya ancaman kedaulatan negara Republik Indonesia di wilayah perairan.

Arief menyoroti, adanya kapal kabel asal Tiongkok yang beroperasi di perairan Indonesia.

"Ini PR baru Menhan dalam menjaga kedaulatan negara kita. Tolak kapal kabel asing RRC beroperasi di laut Indonesia!" tukas Arief kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Arief menduga, ada mafia dan 'backing' kuat politik yang 'menekan' Kementrian Perhubungan untuk melanggar asas cobatage. Katanya, "Ada 'hanky panky' (perselingkuhan) di Kementerian Perhubungan dengan membiarkan Kapal Kabel atau Cable Ship asing itu menggelar kabel untuk sistem komunikasi,".

"Para pengusaha lokal yang telah melakukan investasi miliaran rupiah untuk pengadaan kapal berbendera Indonesia akan menjadi sia-sia. Sebab kapal berbendera asing justru dibolehkan beroperasi di perairan indonesia," kata Arief.

"Buat apa ada azas cabotage? Kapal berbendera Indonesia tidak menjadi tuan rumah di negara sendiri," kata Arief, ketus.

Seharusnya, menurut Arief, sepanjang kapal-kapal penggelar kabel yang berbendera Indonesia tengah standby, maka pemerintah harus lebih mengutamakan kapal lokal itu ketimbang kapal asing.

"Tidak benar diberikan ke kapal berbendera asing. Kalau kapal Indonesia tidak tersedia, maka baru lah kapal asing bisa diberikan izin operasi di perairan Indonesia," ujarnya.

Karena itu, Ia berharap Kementerian Perhubungan tidak mengeluarkan surat persetujuan pengunaan kapal asing.

"Begitu juga Kementerian Pertahanan, jangan sampai mengeluarkan surat Security Clearance dan Security officer untuk kapal kabel milik asing yang akan melakukan kegiatan pengelaran kabel di wilayah perairan Indonesia," pungkasnya sembari menyebut nama 'CS Bold Maverick'.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : GoNews Group, Hukum, Ekonomi, Politik

Loading...
www www