Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Siswi SMP di Batang Anai Kritis Ditikam Begal, Pelaku Ditembak Polisi
Peristiwa
15 jam yang lalu
Siswi SMP di Batang Anai Kritis Ditikam Begal, Pelaku Ditembak Polisi
2
Usung 'Sumangaik Baru', Faldo Maldini Daftarkan Diri Maju di Pilgub Sumbar
Politik
2 jam yang lalu
Usung Sumangaik Baru, Faldo Maldini Daftarkan Diri Maju di Pilgub Sumbar
3
Dicekoki Miras oleh Pelacur Langganannya, PNS Kehilangan Mobil Usai Kencan
Peristiwa
15 jam yang lalu
Dicekoki Miras oleh Pelacur Langganannya, PNS Kehilangan Mobil Usai Kencan
4
Mulai Senin Ini, Pasaman Barat Tetapkan ASN Bappeda-Pemnag Bekerja dari Rumah
Pasaman Barat
2 jam yang lalu
Mulai Senin Ini, Pasaman Barat Tetapkan ASN Bappeda-Pemnag Bekerja dari Rumah
5
Bertambah 1.893, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 125.396 Orang, 5.723 Meninggal
Kesehatan
8 jam yang lalu
Bertambah 1.893, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 125.396 Orang, 5.723 Meninggal
6
Toyota Recall 5.965 Unit Mobil karena Kehilangan Tenaga Saat Dikendarai
Umum
14 jam yang lalu
Toyota Recall 5.965 Unit Mobil karena Kehilangan Tenaga Saat Dikendarai
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Di 'European People's Party' Cak Imin akan Perjuangan 16,2 Juta Rakyat Indonesia yang Hidup dari Sawit

Di European Peoples Party Cak Imin akan Perjuangan 16,2 Juta Rakyat Indonesia yang Hidup dari Sawit
Rabu, 20 November 2019 18:51 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar dijadwalkan untuk menghadiri acara European People's Party (Partai Masyarakat Eropa) pada tanggal 19-21 November 2019 di Zagreb, Kroasia. Pertemuan ini akan fokus untuk membicarakan masalah lingkungan hidup dan perubahan iklim.

"Persoalan sawit (CPO) akan menjadi isu serius yang mereka bahas. Sebagai negara dengan 16,2 juta rakyatnya hidup dari industri ini, forum ini akan saya manfaatkan untuk mengimbangi pandangan diskriminatif Uni Eropa soal sawit," kata Muhaimin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/11/2019) di Zagreb, Ibukota Kroasia.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akrab disapa Cak Imin ini menyatakan, di tengah upaya Indonesia untuk mengembangkan B20 dan B30, bahkan B50, merupakan kesalahan besar jika ada tuduhan bahwa Indonesia tidak komit soal lingkungan hidup.

Seperti diketahui, Uni Eropa telah mengeluarkan Renewable Direction Red II yang melarang penggunaan minyak sawit sebagai bahan bakar nabati di seluruh Eropa.

Pertemuan ini, kata Cak Imin, merupakan gathering dari partai partai politik penguasa di seluruh Eropa. Dihadiri oleh sekitar 40 negara dan partai-partainya, forum ini menjadi ajang konsolidasi dan koordinasi partai-partai anggota Parlemen Eropa itu.

"Saya akan berupaya keras dalam forum ini untuk melobi partai-partai penguasa di Parlemen Eropa, agar sanksi dan pembatasan soal sawit bisa dihapuskan, minimal dilonggarkan. Perundingan kerjasama Indonesia Eropa (IEU - CEPA) soal bio fuel ini memang harus disikapi serius dan tegas, karena akan in to force di 2020. Insya Allah berhasil," tutup Cak Imin.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : GoNews Group, Ekonomi, Politik

Loading...
www www