Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
2
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO 'Boneka' China
Internasional
13 jam yang lalu
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO Boneka China
3
Kematian George Floyd Berujung Rusuh, KJRI Chicago Pastikan WNI Aman
Internasional
22 jam yang lalu
Kematian George Floyd Berujung Rusuh, KJRI Chicago Pastikan WNI Aman
4
Gunakan Pasal 'Karet' UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
Politik
9 jam yang lalu
Gunakan Pasal Karet UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
5
Aksi Solidaritas Kematian George Floyd Berujung Ricuh Hampir ke Seluruh Amerika
Peristiwa
22 jam yang lalu
Aksi Solidaritas Kematian George Floyd Berujung Ricuh Hampir ke Seluruh Amerika
6
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
Internasional
13 jam yang lalu
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Cerita Menag soal Pengantin Bom di Instansi Pemerintah yang Tertangkap: Dadanya Membusung, Seksi, bisa Meledak di Dekat Pimpinan

Cerita Menag soal Pengantin Bom di Instansi Pemerintah yang Tertangkap: Dadanya Membusung, Seksi, bisa Meledak di Dekat Pimpinan
Dok. Detikcom
Rabu, 20 November 2019 18:58 WIB
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi berbagi pengalamannya ketika mendapat cerita soal pengantin bom bunuh diri di Instansi Pemerintah yang sudah ditangkap.

"Saya masih ingat salah satu teman, pimpinan di sebuah instansi yang hukum juga, mengatakan pada saya, mohon maaf di depan sidang kabinet terbatas, 'Pak kalau di saya harus saya akui malah ada yang sudah siap menjadi 'pengantin' pak dan malah perempuan lagi'," kata Fachrul saat memberi sambutan dalam acara Sarasehan Bintalad TA 2019 di Mabes AD Binas Pembinaan Mental, Jalan Kesatrian VI, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (20/11/2019).

Dia mengaku bersyukur hal tersebut mampu diungkap sebelum aksi tersebut terjadi. "Kalau nggak terungkap bagaimana bahayanya? Dia berada di lingkaran dekat kita, tahu-tahu dia siap jadi 'pengantin',".

Fachrul kemudian memberi analogi jika orang yang siap menjadi 'pengantin' itu beraksi. Menurutnya, orang-orang bisa saja tidak sadar karena pelaku adalah orang yang dikenal.

"Mungkin kita lihat dia dadanya keliatan membusung, seksi, padahal di dalam dadanya itu mungkin ada sesuatu yang disembunyikan. Tiba-tiba meledak di dekat pimpinan," ucap Fachrul.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : GoNews Group, Hukum, Politik

Loading...
www www