Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Polisi Tangkap Wali Nagari Diduga Pelaku Tambang Ilegal di Dharmasraya
Dharmasraya
19 jam yang lalu
Polisi Tangkap Wali Nagari Diduga Pelaku Tambang Ilegal di Dharmasraya
2
Sehari Sebelumnya tak Dibelikan Paket Internet, Esoknya Pemuda di Solsel Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar
Peristiwa
19 jam yang lalu
Sehari Sebelumnya tak Dibelikan Paket Internet, Esoknya Pemuda di Solsel Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar
3
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
Politik
11 jam yang lalu
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
4
Melihat National Geographic 'Berburu' Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
Peristiwa
12 jam yang lalu
Melihat National Geographic Berburu Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
5
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
16 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
6
Pemda Solok Selatan Hapus Aset 'Medan Nan Bapaneh' untuk RTH Seribu Rumah Gadang
Solok Selatan
11 jam yang lalu
Pemda Solok Selatan Hapus Aset Medan Nan Bapaneh untuk RTH Seribu Rumah Gadang
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Jokowi Tak Punya Nyali Terbitan Perppu KPK, Jazilul Fawaid: Ini Bukan Soal Berantem

Jokowi Tak Punya Nyali Terbitan Perppu KPK, Jazilul Fawaid: Ini Bukan Soal Berantem
Sabtu, 16 November 2019 16:30 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
BALI - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dari Fraksi PKB, Jazilul Fawaid, menyebut bukan soal nyali ketika Presiden Jokowi tak kunjung terbitan Perppu KPK.

"Itu istilahnya, ini bukan soal berantem, ini soal kemaslahatan. Ini biar Pak Jokowi betul-betul mengambil keputusannya secara objektif, nggak usah ditekan-tekan!" kata Jazilul di Bali, Jumat (15/11/2019) malam.

Beberapa saat sebelumnya, Ketua Fraksi Demokrat MPR RI, Benny Kabur Harman menyinggung nyali Presiden Jokowi untuk menerbitkan Perppu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menyusul UU KPK hasil revisi yang ditentang banyak pihak.

Menanggapi hal itu, Jazilul menyatakan pemaklumannya terhadap pernyataan Benny, karena semua punya ukuran dan kewenangan masing-masing. Tapi, "Ya saling menghormatilah antar lembaga negara. Bukan soal bernyali tidak bernyali, semua diukur berdasarkan evaluasi arah ke depan,".

"Nah, Pak Jokowi kalau nggak punya arah ke depan juga nggak akan dipilih. Itu membuktikan Pak Jokowi punya arah," kata Jazilul.

PKB, kata Jazilul, mengajak seluruh pihak untuk bersabar dan menilai hasil dari UU KPK hasil revisi tersebut. Menurutnya, bagaimana bisa menilai jelek jika UU tersebut belum cukup dilaksanakan?.

"Jangan su'uzhon terus, istilah orang pesantren. Wong belum dijalani,!" ujar Jazilul.***

Editor : Muslikhin Effendy
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www