Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Soal Bantuan Karyawan dengan Upah di Bawah Rp5 Juta, Ini Catatan Komisi XI
GoNews Group
14 jam yang lalu
Soal Bantuan Karyawan dengan Upah di Bawah Rp5 Juta, Ini Catatan Komisi XI
2
Usai Diajak Nonton Video Porno, Gadis 18 Tahun Digilir 4 Pria dan Dibiarkan Terkapar di Halaman Rumah
Peristiwa
12 jam yang lalu
Usai Diajak Nonton Video Porno, Gadis 18 Tahun Digilir 4 Pria dan Dibiarkan Terkapar di Halaman Rumah
3
Ekonomi Anjlok, Wakil Ketua MPR: Bukti Kebijakan Pemerintah Tak Efektif
GoNews Group
13 jam yang lalu
Ekonomi Anjlok, Wakil Ketua MPR: Bukti Kebijakan Pemerintah Tak Efektif
4
Total 118.753 Orang, 1.882 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 29 Provinsi, Ini Rinciannya
Kesehatan
8 jam yang lalu
Total 118.753 Orang, 1.882 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 29 Provinsi, Ini Rinciannya
5
Memilukan, Buruh Tani Terpaksa Curi HP Agar Putrinya Kelas I MTs Bisa Belajar Online
Peristiwa
8 jam yang lalu
Memilukan, Buruh Tani Terpaksa Curi HP Agar Putrinya Kelas I MTs Bisa Belajar Online
6
Daripada Ribut, Abdul Fikri Faqih: Alihkan Anggaran POP Untuk Internet Gratis
GoNews Group
10 jam yang lalu
Daripada Ribut, Abdul Fikri Faqih: Alihkan Anggaran POP Untuk Internet Gratis
Loading...
Home  /   Berita  /   Hukum

Penyedia e-Catalog dan Kasubag Keuangan Diskominfotik Pekanbaru Diperiksa Kejati Riau

Penyedia e-Catalog dan Kasubag Keuangan Diskominfotik Pekanbaru Diperiksa Kejati Riau
Ilustrasi. (int)
Rabu, 13 November 2019 08:11 WIB
Penulis: Rizki Ganda Sitinjak
PEKANBARU- Kasubag Keuangan Diskominfotik Pekanbaru atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)-SKPD, Renny Mayasari dan Siti Aminah Direktur CV Solusi Arya Prima, Asep Muhammad Ishak selaku penyedia barang e-Catalog diperiksa Kejaksaan Tinggi ( Kejati) Riau, terkait dugaan korupsi pengadaan video wall di Dinas Komunikasi Informasi, Statistik (Diskominfotik) dan Persandian Kota Pekanbaru tahun anggaran 2017 lalu.

Kejati Riau melakukan penyelidikan setelah menerima laporan, bahwa adanya pembengkakan anggaran pengadaan video wall di Pemko Pekanbaru itu. Atas laporan tersebut, kemudian Kejati Riau menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan (Sprinlid) dengan Nomor : PRINT-11/L.4/Fd.1/10/2019. Surat itu ditandatangani oleh Kepala Kejati (Kajati) Riau Uung Abdul Syakur pada tanggal 30 Oktober 2019.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan, mengatakan, pemanggilan tersebut masih dalam tahap klarifikasi pihak terkait pengadaan video wall Kota Pekanbaru.

"Iya dipanggil mereka untuk melakukan klarifikasi. Selain klarifikasi mereka juga diminta membawa dokumen terkait perkara ini untuk pengumpulan bahan dan keterangan dalam proses penyelidikan," kata Muspidauan, Selasa (12/11/2019).

Dalam hal klarifikasi, Kejati Riau sebelumnya juga telah memeriksa Kepala Diskominfotik dan Persandian Kota Pekanbaru, Firmansyah Eka Putra, Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP), Muhammad Azmi, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Vinsensius Hartanto, Pejabat Pengadaan Barang Jasa/Pokja, Agusril, sekertaris PPHP, Endra Trinura, dan dua anggota PPHP, Maisisco, kemudian Febrino Hidayat.

Kepala Bidang (Kabid) Perbendaharaan pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Awet Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru, Nasir, turut dipanggil, namun ia tidak memenuhi panggilan jaksa, maka akan dilakukan pemanggilan kembali.

Pengadaan video wall itu bertujuan untuk mengusung visi Kota Pekanbaru sebagai Smart City. Anggaran dialokasikan dalam APBD Pekanbaru 2017 sebesar Rp4.448.505.418. ***


Loading...
www www