Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
Peristiwa
21 jam yang lalu
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
2
Pulihkan Perekonomian, Arief Poyuono Minta 'Kang Mas Jokowi' Legalkan Judi Togel dan Kasino
Politik
21 jam yang lalu
Pulihkan Perekonomian, Arief Poyuono Minta Kang Mas Jokowi Legalkan Judi Togel dan Kasino
3
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan 'Jasa' Prostitusi Hana Hanifah
Hukum
22 jam yang lalu
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan Jasa Prostitusi Hana Hanifah
4
Bantu Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Resmi Ditahan
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Bantu Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Resmi Ditahan
5
Jika Terbukti Terbitkan Surat Jalan Joko Tjandra, Brigjen Prasetyo Utomo Terancam Dicopot
Hukum
19 jam yang lalu
Jika Terbukti Terbitkan Surat Jalan Joko Tjandra, Brigjen Prasetyo Utomo Terancam Dicopot
6
Viral... Janda Cantik Ini Jual Rumah Rp185 Juta Bonus Nikah
Ekonomi
19 jam yang lalu
Viral... Janda Cantik Ini Jual Rumah Rp185 Juta Bonus Nikah
Loading...
Home  /   Berita  /   Peristiwa

Awas, Jangan Sebar Foto Potongan Jasad Bom Medan di Medsos, 4 Tahun Penjara dan Denda Rp750 Juta Menanti

Awas, Jangan Sebar Foto Potongan Jasad Bom Medan di Medsos, 4 Tahun Penjara dan Denda Rp750 Juta Menanti
Rabu, 13 November 2019 10:22 WIB
JAKARTA - Ledakan terjadi di Polresta Medan, Sumatera Utara. Ledakan ini diduga kuat berasal dari bom bunuh diri. Media sosial pun langsung riuh menanggapi kejadian mengerikan ini, tapi awas jangan menyebar foto atau gambar yang diduga merupakan jasad pelakunya.

"Masih diduga pelaku suicide bomber," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, kepada wartawan, Rabu (13/11/2019).

Terpantau di media sosial, ada yang menyebarkan rekaman kejadian tersebut dengan gambar yang tidak sepantasnya atau mungkin ada yang menyebarkannya dengan mengirim ke orang lain. Padahal, hal itu berpotensi melanggar hukum.

Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu pernah mengatakan Kominfo mendorong agar masyarakat memperhatikan dampak penyebaran konten berupa foto, gambar atau video yang dapat memberi oksigen bagi tujuan aksi kekerasan, yaitu membuat ketakutan di masyarakat.

Konten video yang mengandung aksi kekerasan merupakan konten yang melanggar Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Bunyinya adalah sebagai berikut:

"Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah)"

Peristiwa yang diduga bom bunuh diri itu terjadi di Medan pada pagi tadi. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). "Kita sedang olah TKP," kata Wakapolda Brigjen Mardiaz Kusin.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Detik.com
Kategori : Peristiwa, Hukum

Loading...
www www