Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Awalnya Nantang Netizen, Kini Denny Siregar Nuntut Telkomsel gegara Data Pribadinya Tersebar
Politik
12 jam yang lalu
Awalnya Nantang Netizen, Kini Denny Siregar Nuntut Telkomsel gegara Data Pribadinya Tersebar
2
Kalaupun Minta Maaf, Polisi Akan Tetap Proses Hukum Denny Siregar
GoNews Group
3 jam yang lalu
Kalaupun Minta Maaf, Polisi Akan Tetap Proses Hukum Denny Siregar
3
Anas Nasikhin: Debat Adian Vs Erick Tohir, Gak level
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Anas Nasikhin: Debat Adian Vs Erick Tohir, Gak level
4
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
12 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
5
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Kesehatan
12 jam yang lalu
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
6
Implementasi 'New Normal' Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
GoNews Group
10 jam yang lalu
Implementasi New Normal Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Limapuluh Kota dan Payakumbuh Diterjang Badai, Banyak Pohon Tumbang, Puluhan Bangunan Rusak

Limapuluh Kota dan Payakumbuh Diterjang Badai, Banyak Pohon Tumbang, Puluhan Bangunan Rusak
Pohon beringin tumbang akibat hujan deras disertai badai yang melanda Kota Payakumbuh, Minggu 10 November 2019. (Foto: Tagar.id/Aking Romi Yunanda)
Senin, 11 November 2019 10:07 WIB
PAYAKUMBUH- Hujan deras disertai badai menerjang sejumlah kawasan di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (10/11/2019).
 

Dikutip dari Tagar.id, empat nagari (desa) di Kabupaten Limapuluh Kota dilanda bencana badai dan angin puting beliung. Masing-masing Nagari Andaleh, Sungai Kamuyang dan Mungo di Kecamatan Luak, serta Nagari Taram di Kecamatan Harau.

Kerugian belum bisa ditaksir karena kami masih melakukan pendataan.

Angin kencang ini terjadi sesaat setelah kawasan tersebut dilanda hujan deras. Akibatnya, 30 unit bangunan warga dilaporkan mengalami kerusakan beragam. Hingga Minggu 10 November 2019 malam, listrik di kawasan tersebut juga belum menyala.

"Personil BPBD bersama Damkar sudah turun ke lokasi. Data sementara korban jiwa nihil dan yang terdata baru korban materil," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Limapuluh Kota, Rahmadinol.

Selain rumah, 30 unit bangunan rusak tersebut termasuk kandang ternak masyarakat. Rata-rata bangunan rusak akibat tertimpa pohon dan disapu angin kencang.

"Kerugian belum bisa ditaksir karena kami masih melakukan pendataan," katanya.

Selain di Limapuluh Kota, hujan badai juga melanda empat kelurahan di Kota Payakumbuh. Tujuh titik ruas jalan dilaporkan sempat tidak bisa dilalui akibat pohon tumbang.

Masing-masing daerah yang terdampak di Kota Payakumbuh antara lain, Bukit Sitabua, Pakan Selasa, Sicincin, Padang Tangah, Padang Leba dan ruas Jalan Pahlawan di Kecamatan Payakumbuh Timur.

Tidak hanya rumah warga, sejumlah pohon pelindung di tujuh ruas jalan kota juga bertumbangan hingga jalan tak bisa dilewati kendaraan.

"Terparah itu ada pohon beringin di perempatan Bukit Sitabuah. Pohon itu menutup badan jalan hingga akses itu tak bisa dilalui," kata Kepala BPBD Kota Payakumbuh, Yufnani Awai.

Tim BPBD gabungan mengaku telah menyisir sejumlah titik terdampak badai untuk membersihkan material yang mengakses transportasi. Bahkan Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi dikabarkan ikut turun ke lapangan memastikan kondisi kelurahan yang terdampak bencana. ***

 

Editor : arie rh
Sumber : tagar.id
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Sumatera Barat, Payakumbuh, Limapuluh Kota

Loading...
www www