Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
23 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
2
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
Kesehatan
16 jam yang lalu
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
3
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
4
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat 'New Normal' dengan...
GoNews Group
17 jam yang lalu
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat New Normal dengan...
5
Indonesia Belum Siap Hadapi 'New Normal' menurut Pakar Kesehatan Masyarakat
GoNews Group
19 jam yang lalu
Indonesia Belum Siap Hadapi New Normal menurut Pakar Kesehatan Masyarakat
6
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
22 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Sejumlah Pengurus PSI Sumbar Mengundurkan, Alasannya Tak Sejalan Lagi dengan DPP

Sejumlah Pengurus PSI Sumbar Mengundurkan, Alasannya Tak Sejalan Lagi dengan DPP
Sabtu, 09 November 2019 16:13 WIB
PADANG – Sejumlah kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumatra Barat (Sumbar) memutuskan mundur dari kepengurusan partai. Hal ini dipicu karena para kader menganggap kebijakan yang diambil Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI tidak lagi sejalan dengan kepengurusan kader di daerah.

Dikutip dari Langgam.id, para kader PSI yang resmi mengundurkan diri itu antara lain, Ketua Bapilu DPW PSI Sumbar, Medo Fernando, dan Bendahara PSI Sumbar, Ria Muthiara, serta Ketua DPD PSI Padang, Yunando. Mereka menyatakan mundur dari kepengurusan dan telah melayangkan surat ke DPW PSI Sumbar.

Yunando membenarkan dirinya telah mengundurkan diri sebagai Ketua DPD PSI Padang serta dalam kepengurusan partai. Ia mengaku telah mengirimkan surat pengunduran diri sejak dua minggu lalu.

“Ya mundur dari kepengurusan saja. Alasan fokus kerja, karena mengurus beberapa proyek. Termasuk karena visi DPP ada di antaranya, karena tidak sejalan ini, makanya saya fokus ke bisnis lagi,” ujar Yunando dihubungi Langgam.id, Sabtu (9/11/2019).

Selain fokus ke bisnis, Yunando mengaku salah satu yang mendorong dirinya mundur karena kebijakan DPP PSI yang tidak sejalan. Salah satunya, adalah pendeklarasian Faldo Maldini serta penunjukannya sebagai Ketua DPW PSI Sumbar.

“Terlebih karena ada beberapa kebijakan dari PSI yang enggak sejalan, misalnya kan enggak satu visi kita lagi tentu akan menghabiskan energi pula. Lebih baik mundur. Kawan-kawan dan Faldo bisa mencari tim yang bisa mengurus partai lagi,” katanya.

“Saya bukan marah ke Faldo, tapi saya ke DPP karena tidak ada pemberitahuan, kebijakan-kebijakan terpusat. Setelah Pileg kan tidak ada arahan PSI gimana, tahu-tahu muncul Faldo. Ada kawan-kawan di daerah tanya ke kami, kami tak tahu jawab apa,” sambung Yunando.

Yunando berpendapat para kader di daerah tidak diperlukan lagi oleh DPP PSI. Maka dari itu, dirinya memutuskan untuk mengundurkan diri dari kepengurusan partai. “Mending seperti ini (mundur), karena tidak dianggap saja,” tuturnya.

Sekretaris DPW PSI Sumbar Ari Prima membenarkan adanya kader yang mengundurkan diri dari kepengurusan. Surat yang telah diterima salah satunya dari Yunando sebagai Ketua DPD PSI Padang. Surat itu akan segera ditembuskan ke DPP PSI.

“Kalau kader mundur kami tentu tidak bisa melarang, apalagi alasannya karena fokus berbisnis. Kami juga dorong sebetulnya kalau kader fokus berbisnis karena sesuai semangat PSI yaitu membangun ekonomi kader. Saya sendiri kalau informasi mundur kader akibat visi tidak sejalan belum dengar langsung, kalau pun ada terjadi namanya dalam politik sah-sah saja,” katanya. (irwanda/RC/lgm)

 

Editor : arie rh
Sumber : Langgam.id
Kategori : GoNews Group, Politik, Sumatera Barat, Padang

Loading...
www www