Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tenaga Medis Disebut Lari Takut Corona, Mogok lalu Dipecat
GoNews Group
20 jam yang lalu
Tenaga Medis Disebut Lari Takut Corona, Mogok lalu Dipecat
2
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
Politik
9 jam yang lalu
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
3
Pembobol 11 Mesin ATM Dihadiahi Timah Panas
GoNews Group
19 jam yang lalu
Pembobol 11 Mesin ATM Dihadiahi Timah Panas
4
Tenaga Medis Covid-19 di Papua Tewas Dibedil
GoNews Group
20 jam yang lalu
Tenaga Medis Covid-19 di Papua Tewas Dibedil
5
Bak 'Kuburan', Hari Pertama Lebaran, Objek Wisata TMII Lengang
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Bak Kuburan, Hari Pertama Lebaran, Objek Wisata TMII Lengang
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Buka Rapimnas HKTI, OSO: Jangan Bergantung Impor

Buka Rapimnas HKTI, OSO: Jangan Bergantung Impor
Sabtu, 09 November 2019 17:01 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua Badan Pertimbangan Organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (BPO HKTI) Oesman Sapta Odang menyatakan bahwa HKTI harus mendorong pertumbuhan ekonomi lewat sektor pertanian.

Dia menegaskan, Indonesia tidak akan makmur, kalau daerah belum mencapai kemakmuran. Menurut dia, daerah makmur, bila pertanian sudah mencapai kemakmuran.

"Kita tidak mungkin harus bergantung terus kepada impor. Sebabnya itu, HKTI harus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pertanian," kata Oesman saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) HKTI, Sabtu (9/11), di Jakarta.

Rapimnas HKTI kali ini, mengangkat tema "Penguatan SDM HKTI Guna Meningkatkan Kinerja Dalam Rangka Mewujudkan Konsolidasi Organisasi".

"Ini hari adalah hari kebangkitan HKTI," tegas Oesman.

Mantan ketua DPD yang karib disapa OSO itu mengatakan HKTI harus fokus pada lima program prioritas. Pertama meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) petani, penyuluh, dan peneliti. "Terapkan teknologi, digitalisasi dari hulu sampai ke hilir," kata pria kelahiran Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat, 18 Agustus 1950 itu.

Kedua, membangun infrastruktur desa seperti air, listrik, jalan, jembatan, gudang, pasar, internet, tempat jemur produk pertanian dan sebagainya. Ketiga, lanjut OSO, permudah regulasi perizinan, industrialisasi, ekspor, dan sebagainya. Keempat, perkuat kelembagaan pertani, yakni dengan memperkuat koperasi dan BUMN sektor pertanian. Kelima, permudah akses pembiayaan atau permodalan. "Jadi, lima hal ini sanyat penting. Sosialisasikan kepada masyarakat seluruh Indonesia," ungkap OSO yang juga ketua umum Partai Hanura ini.

Dia berulang kali mengatakan bahwa HKTI saat ini adalah organisasi yang paling terbesar di seluruh Indonesia.

Menurutnya, di bawah kepemimpinan Ketua Umum HKTI Jenderal (Purn) Moeldoko,  tercatat anggota HKTI mendekati 70 orang. "Kalau pemilu, 70 juta pemilih itu sudah menang. Yang sisanya dibagi dengan yang lain. Jadi, tidak salah kalau Jokowi itu menang, itu karena antara lain adanya HKTI ini," ujarnya. 

OSO juga berulang kali menegaskan bahwa organisai itu butuh 5S yakni trategi, struktur, skill,  sistem, speed and target. "Ini sangat diperlukan, dan merupakan bagian dari perjuangan," katanya.

Lebih jauh OSO juga berharap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang baru menjagar pro aktif bekerja sama HKTI. OSO menilai Syahrul sangat menguasai pertanian. Saat menjadi gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul berhasil memajukan pertanian daerahnya.

"Jadi, daerah yang dipimpinya surplus produksi pertanian. Kita doakan agar Kementan dengan HKTI terus lengket bekerja sama," pungkas OSO.***


Loading...
www www