Velline Chu

Mengadu Ke Komnas Perlindungan Perempuan

Mengadu Ke Komnas Perlindungan Perempuan
Kamis, 07 November 2019 23:34 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Merasa kurang mendapat respon soal kasus yang menimpanya, Ine Chu bergerak cepat dan langsung mengadukan penganiayaan terhadap dirinya kepada Komnas Perlindungan Anak.

"Sebelumnya kami juga sudah visum dan melapor ke Polda Metro Jaya. Kami memang ada rasa takut, apalagi ada ancaman pelaku jika memblow up kasus ini. Kami juga trauma. Maka kami di sini minta perlindungan Komnas Perempuan," kata Velline usai mengadukan permasalahan yang dihadapinya di kantor Komnas Perlindungan Perempuan di Menteng Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2019). 

Pedangdut yang melejit lewat tembang "Goyang Pantura", "Ngopi Say" dan "Taubat" ini mendatangi Komnas Perlindungan Perempuan didampingi pengacaranya, Leo Situmorang SH.

"Selaku pengacara korban, saya berharap dengan pengaduannya ke Komnas Perempuan, kasus ini bisa dapat perhatian lebih dan cepat diproses," kata Leo Situmorang.

Velline Chu mengungkapkan pertemuannya dengan HS pertama kali lewat sebuah agency yang enggan ia sebutkan namanya. Dari situlah ia memutuskan untuk membina hubungan dengan HS, hingga mendapatkan perlakuan kasar.

"Saya tidak tahu kok dia belakangan jadi cemburuan dan kasar. Dia cemburu kalau saya terima telepon. Jadi saya dapat telepon dari teman saya, kalau saya dapat job, dan pada saat itu dia langsung ambil handphone saya dan dibanting. Saya juga dapat perlakukan tidak baik, rambut saya dijambak, dan saya dibanting di kasur sebanyak dua kali," ungkap Velline saat ditemui di Kantor Komnas Perempuan, Jakarta.

Menurut Velline, kejadian itu kemudian berulang lagi. "Ada kejadian lagi saat subuh, karena dia bermalam di apartemen saya. Kejadian kedua itu yang lebih parah, badan saya dibanting ke kasur, dan dari kasur itu, saya sempet pingsan, ditonjok kepala saya sebelah kiri. Dan dari situ saya mengalami banyak trauma. Saya jadi sering pusing dan kadang mau pingsan," ujar Velline.

Ditambahkan Velline selain dianiaya, mobilnya juga saat ini masih ada ditangan pelaku. "Mobil Ertiga saya juga masih dibawa pelaku," kata Velline.

Korban lain, Wulan yang mengaku sempat menikah siri 18 maret 2018 lalu mengatakan dirinya juga mendapat penganiayaan dari pelaku HS.

"Saya sempat keguguran. Saya juga mendapat perlakuan yang sama, kasar, dianiaya, ditonjok. Saya juga tidak menyangka karena sebelumnya tak begitu," kata Wulan.

Baik Velline maupun Wulan berharap pelaku bisa segera ditangkap. Mereka yang sebelumnya tidak saling kenal itu juga berharap jika ada korban lain dari pelaku untuk bisa segera melapor agar tidak ada lagi korban-korban lain berjatuhan. ***

Kategori : GoNews Group, Umum

Loading...
www www