Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
Politik
16 jam yang lalu
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
2
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
Politik
17 jam yang lalu
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
3
Sumatera Barat untuk Pertama Kali Tanpa Penambahan Kasus Covid-19
Sumatera Barat
18 jam yang lalu
Sumatera Barat untuk Pertama Kali Tanpa Penambahan Kasus Covid-19
4
Logo Garuda di Gerindra Diganti Lobster, Prabowo Cs Masih Sabar
Politik
16 jam yang lalu
Logo Garuda di Gerindra Diganti Lobster, Prabowo Cs Masih Sabar
5
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Lukman Edy Mengaku Siap Laksanakan Perintah Presiden
Sumatera Barat
20 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Lukman Edy Mengaku Siap Laksanakan Perintah Presiden
6
Tak Tahan Anu Suami Kecil, Karin Tega Selingkuh dan Tinggalin Mukidi
Hukum
15 jam yang lalu
Tak Tahan Anu Suami Kecil, Karin Tega Selingkuh dan Tinggalin Mukidi
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

'Dikuliti' Komisi VIII DPR, Menag Diminta Kembali Belajar Agama

Dikuliti Komisi VIII DPR, Menag Diminta Kembali Belajar Agama
Kamis, 07 November 2019 19:05 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Rapat Kerja Komisi VIII yang membidangi Agama dengan Menteri Agama memanas terkait dengan Radikalisme.

Dalam RDP kali ini, satu persatu Anggota Dewan 'menguliti' Menag Fachrul Razi.

Salahsatunya adalah Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PAN Ali Taher Parasong. Ia bahkan terang-terangan, meminta Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi kembali belajar tentang agama.

"Tolong belajar agama lagi, agar pemerintah tidak terlalu mencampuri pengamalan agama di masyarakat," tegasnya dalam Rapat Kerja Menteri Agama RI dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Taher tak sepakat dengan pernyataan-pernyataan Menteri Fachrul soal radikalisme. Menurutnya, Fachrul terlalu banyak mencampuri pengamalan agama atas nama radikalisme.

"Oleh karena itu, belajarlah tentang apa itu agama, Pak Menteri. Apa itu faith dan apa itu religion. Agama pasal 29 adalah organisasi, mengatur, bukan faith. Faith itu iman, jangan diganggu," katanya.

Ali Taher juga mencontohkan religion berkaitan dengan kerukunan antarumat beragama dan hubungan antara agama dengan pemerintah. Wilayah ini boleh dimasuki dan diatur oleh negara.

Sementara faith adalah wilayah agama yang berkaitan dengan kepercayaan, seperti ibadah. Taher menyebut Fachrul dan jajarannya tidak boleh sama sekali masuk ke wilayah ini.

Ali Taher meminta Fachrul untuk berhenti bicara radikalisme. Sebab radikalisme versi Fachrul selama ini dinilai menyudutkan praktik keagamaan.

"Yang keliru adalah menggunakan radikalisme pada konteks politik yang menghancurkan agama," jelasnya.

Ia juga mengingatkan posisi Kemenag sebagai penengah antaragama di Indonesia.

"Jika terus-menerus memicu polemik terkait agama, maka akan jadi kontraproduktif. Anda dan Kemenag menjadi wasit. Jangan sampai wasit Anda berjalan di dalamnya. Kemudian Anda kehilangan para pemain, maka Anda jalan sendirian. Hati-hati bisa ditinggalkan umat," pungkasnya.***


Loading...
www www