Loading...
Jelang SEA Games Filipina 2019

Antisipasi Virus Polio, Kontingen Indonesia Wajib Miliki Buku Sertifikat Vaksinasi

Antisipasi Virus Polio, Kontingen Indonesia Wajib Miliki Buku Sertifikat Vaksinasi
Kepala KKP, Anur Ma'ruf (bicara) dan Kordinator Tim Medis Kontingen Indonesia, Kol Laut (K) Dr Wiweka sedang memberikan pengarahan kepada Tim Hoki Indonesia yang akan berangkat ke Ceko di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Selasa (5/11/2019).
Rabu, 06 November 2019 01:31 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Virus Polio yang melanda Filipina cukup berdampak. Apalagi,  pemerintah Indonesia dan Filipina yang menjadi tuan rumah SEA Games XXX yang akan digelar 30 November hingga 11 Desember 2019 sudah mengeluarkan travel warning terkait out brake polio tersebut.

Untuk itu, seluruh anggota Kontingen Indonesia mulai dari atlet, ofisial dan non offisial diminta wajib memiliki buku sertifikat vaksinasi internasional (International SertIficate of Vaccinations or Prophylaxis) yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai bukti bahwa mereka sudah menjalani vaksinasi polio.

"Seluruh anggota Kontingen Indonesia harus melakukan vaksinasi yang dibuktikan dengan buku sertifikat vaksinasi internasional untuk bisa masuk ke Filipina. Kalau tidak memiliki buku sertifikat itu akan mengalami kesulitan untuk masuk ke Filipina, " kata Tim Kesehatan Kontingen Indonesia, Anggota Medis Kontingen Indonesia, dr Pudji Widodo dan Koordinator Medis Kontingen Indonesia, Kol Laut (K) Dr Wiweka MARS saat mendampingi Timnas Hoki Indonesia menjalani vaksinasi polio di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Soekarno-Hatta Banten, Selasa, 5 November 2019 malam. 

Penyuntikan vaksinasi polio ini, kata Pudji, bertujuan agar seluruh anggota Kontingen Indonesia tidak terjangkit virus Polio. "Vaksinasi ini sangat penting bagi atlet sehingga tidak gampang terjangkit virus polio. Jangan sampai prestasi atlet terganggu gara-gara virus polio yang menyerang otot. Begitu juga dengan offisial dan non offisial serta suporter yang akan memberikan dukungan langsung ke Filipina," jelasnya. 

Menurut Pudji, program penyuntikan vaksinasi pertama memang sengaja dilakukan terhadap Timnas Hoki yang menjalani Trainning Camp dan uji coba di Ceko. Pasalnya, Tim Medis Kontingen mentargetkan seluruh anggota Kontingen Indonesia sudah menjalani vaksinasi 17 November 2019. 

"Timnas Hoki Indonesia lebih awal menjalani vaksinasi polio karena mereka baru kembali menjalani uji coba dari Ceko tanggal 21 November mendatang. Perlu diketahui bahwa kekebalan tubuh itu terbangun setelah dua minggu suntikan. Jadi, idealnya sebelum dua minggu sebelum bertolak semua sudah disuntik vaksinasi," tandasnya. 

Ketika disinggung mengenai wartawan olahraga yang akan meliput SEA Games XXX Filipina 2019, dr Wiweka yang juga Kepala RSAL Mintoharjo Jakarta menambahkan, masalah itu tidak perlu khawatir. Sebab, Chef de Mission (CdM), Harry Warganegara sudah berkoordinasi dan menjalin kerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). 

"Kita nanti akan umumkan rumah sakit mana yang bisa didatangi wartawan untuk menjalani vaksinasi polio. Prinsipnya, semua biaya ditanggung Kemenpora. Nanti, kita akan segera umumkan," ujarnya. 

Ketika disinggung bagaimana jika suntikan virus polio itu mengandung obat-obatan yang masuk kategori doping? Pudji menjawab, "Kita akan mengeluarkan surat keterangan resmi kepada penyelenggara sehingga tidak terkena sanksi bilamana vaksinasi itu masuk kategori doping." 

Contoh Buku Sertifikat Vaksinasi Internasional

Secara terpisah, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Bandara Soekarno-Hatta Banten, dr Anas Ma'ruf mengatakan, pihaknya mendukung kegiatan vaksinasi virus polio untuk bisa memastikan agar seluruh Kontingen Indonesia tidak terjangkit virus polio. 

Bahkan, ia menyebut pihaknya akan menyiapkan jalur khusus yang akan dilalui seluruh Kontingen Indonesia saat kembali ke Tanah Air. Tujuannya, mendeteksi anggota kontingen Indonesia yang terjangkit virus polio. 

"Kita akan menyiapkan alat deteksi suhu badan dan juga menurunkan tim yang akan memantau bilamana ada anggota Kontingen Indonesia yang terjangkit virus untuk segera ditangani. Jadi, virus itu tidak menyebar ke Indonesia," tegasnya. 

"Selaku CdM, saya dan NOC Indonesia sangat mengapresiasi support dan reaksi cepat pemerintah khususnya Kemenkes dan Kemenpora RI dalam mensupport atlet dan Official Seagames 2019 ini," kata Harry Warganegara. 

Harus Higenis 

Untuk menghindari terjangkit virus polio, Puji juga meminta seluruh anggota kontingen Indonesia dan suporter menerapkan pola hidup sehat selama tinggal di Filipina. Pasalnya, virus polio itu bisa menular melalui kotoran dan lewat mulut. 

"Seluruh anggota Kontingen Indonesia harus menerapkan pola hidup sehat selama di sana. Makanan dan minuman yang dikonsumsi harus dipastikan higenis. Usahakan jika setiap mau mengkonsumi makanan sebaiknya mencuci tangan dengan antiseptik," terangnya. ***

Kategori : GoNews Group, Olahraga

Loading...
www www