Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Polisi Tangkap Wali Nagari Diduga Pelaku Tambang Ilegal di Dharmasraya
Dharmasraya
19 jam yang lalu
Polisi Tangkap Wali Nagari Diduga Pelaku Tambang Ilegal di Dharmasraya
2
Sehari Sebelumnya tak Dibelikan Paket Internet, Esoknya Pemuda di Solsel Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar
Peristiwa
19 jam yang lalu
Sehari Sebelumnya tak Dibelikan Paket Internet, Esoknya Pemuda di Solsel Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar
3
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
Politik
11 jam yang lalu
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
4
Melihat National Geographic 'Berburu' Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
Peristiwa
12 jam yang lalu
Melihat National Geographic Berburu Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
5
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
16 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
6
Pemda Solok Selatan Hapus Aset 'Medan Nan Bapaneh' untuk RTH Seribu Rumah Gadang
Solok Selatan
11 jam yang lalu
Pemda Solok Selatan Hapus Aset Medan Nan Bapaneh untuk RTH Seribu Rumah Gadang
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Ada Ratusan Ribu Cangkul Masih Impor, Jokowi: Ini Kebangetan Banget!

Ada Ratusan Ribu Cangkul Masih Impor, Jokowi: Ini Kebangetan Banget!
Rabu, 06 November 2019 11:40 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti pengadaan barang cangkul yang masih impor. Ada ratusan ribu unit cangkul yang dibutuhkan.

"Ini puluhan ribu, ratusan ribu cangkul yang dibutuhkan masih impor. Apakah negara kita yang sebesar ini industrinya yang sudah berkembang benar pacul cangkul harus impor?" ujar Jokowi di Rakornas LKPP di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Jokowi menyayangkannya. Padahal di Indonesia masih terjadi defisit transaksi berjalan."Enak banget itu negara yang di mana barang itu kita impor. Kita ini masih defisit transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan, masih impor. Impor itu enak karena harganya lebih murah," kata Jokowi.

Jokowi juga mendorong produk lokal masuk e-catalog LKPP. Ia mengusulkan pengki buatan lokal masuk e-catalog LKPP."Tadi saya bisa kok yang enggak standar masuk e-catalog, kayak cikrak. Bagus. Jangan hanya cikrak. Barang lain yang dibutuhkan masukan," ujarnya.

Jokowi meminta pengadaan barang impor langsung dicoret. Sebab, negara masih defisit dan pemerintah yang menanggung utang.

"Kalau yang impor langsung stabilo merah saja nggak usah. Lah gimana kita masih senang impor padahal kita defisit neraca perdagangan. Cadangan kita masih defisit. Kok kita masih hobi impor? Ya kebangetan banget. Uangnya pemerintah lagi. Kebangetan banget," ujar Jokowi.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : detik.com
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www