Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
GoNews Group
23 jam yang lalu
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
2
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Sa'adah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
GoNews Group
20 jam yang lalu
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Saadah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
3
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
Peristiwa
4 jam yang lalu
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
4
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
Politik
22 jam yang lalu
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
5
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
Peristiwa
22 jam yang lalu
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
6
Timnas U 16 Indonesia Sudah Terbiasa Latihan dengan Protokol Kesehatan
GoNews Group
23 jam yang lalu
Timnas U 16 Indonesia Sudah Terbiasa Latihan dengan Protokol Kesehatan
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Kerap Dibanjiri Granat dan Peluru dari Luar Negeri, Jokowi ke Prabowo: Kurangi Impor!

Kerap Dibanjiri Granat dan Peluru dari Luar Negeri, Jokowi ke Prabowo: Kurangi Impor!
Kamis, 31 Oktober 2019 18:01 WIB
JAKARTA - Indonesia saat ini memiliki stok granat yang lumayan banyak. Bahkan granat. Untuk itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tugas khusus pertama kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Kantor Presiden.

Tugas pertama yang diberikan Jokowi secara resmi untuk Prabowo adalah memacu industri pertahanan strategis Indonesia, terlebih dengan alokasi anggaran yang sudah berlipat.

"Untuk memenuhi minimum essentials force, jangan sampai kita impor semuanya, tetapi harus di anggaran yang ada harus dimanfaatkan untuk pengembangan industri strategis," kata Jokowi, Kamis (31/10/2019).

Kementerian Pertahanan merupakan instansi yang ternyata memiliki anggaran belanja terbesar dari seluruh Kementerian. Kemenhan mendapatkan 'jatah' belanja hingga Rp 127,35 triliun.

Jokowi pun ingin alokasi dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan industri pertahanan strategis, agar seluruh alat persenjataan Indonesia tak lagi impor.

"Kerja sama dengan BUMN, kerja sama dengan swasta terus dilakukan, bahkan kita ingin agar produk yang ada itu bisa kita ekspor," jelasnya.

Terpisah, Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono tak memungkiri bahwa kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) belum bisa dipenuhi sepenuhnya dari industri dalam negeri. Angkanya pun kurang dari 50%.

"Kalau 50% bisa mah top, kalau pesawat tempur belum bisa bikin," kata Trenggono di kompleks Istana Kepresidenan.

Sebagai informasi, Indonesia memang kerap dibanjiri oleh impor persenjataan mulai dari granat, torpedo, hingga peluru. Sepanjang 2018 total impor senjata mencapai US$ 313 juta atau 0,20% dari total keseluruhan impor.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : cnbcindonesia.com
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www