Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
Politik
16 jam yang lalu
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
2
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
Politik
17 jam yang lalu
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
3
Sumatera Barat untuk Pertama Kali Tanpa Penambahan Kasus Covid-19
Sumatera Barat
19 jam yang lalu
Sumatera Barat untuk Pertama Kali Tanpa Penambahan Kasus Covid-19
4
Logo Garuda di Gerindra Diganti Lobster, Prabowo Cs Masih Sabar
Politik
16 jam yang lalu
Logo Garuda di Gerindra Diganti Lobster, Prabowo Cs Masih Sabar
5
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Lukman Edy Mengaku Siap Laksanakan Perintah Presiden
Sumatera Barat
20 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Lukman Edy Mengaku Siap Laksanakan Perintah Presiden
6
Tak Tahan Anu Suami Kecil, Karin Tega Selingkuh dan Tinggalin Mukidi
Hukum
16 jam yang lalu
Tak Tahan Anu Suami Kecil, Karin Tega Selingkuh dan Tinggalin Mukidi
Loading...
Home  /   Berita  /   Pemerintahan

Eselon III, IV dan V Dihapus, Lebih 400 Ribu PNS Kehilangan Jabatan

Eselon III, IV dan V Dihapus, Lebih 400 Ribu PNS Kehilangan Jabatan
Para PNS mengikuti upacara di halaman Kantor Gubernur Riau. (dok)
Kamis, 31 Oktober 2019 10:52 WIB
JAKARTA - Bila rencana pemerintah menghapuskan jabatan eselon III dan IV direalisaikan, maka lebih 400 ribu pegawai negeri sipil (PNS) bakal kehilangan jabatan.

''Jabatan di Aparatur Sipil Negara ada jabatan struktural. Jadi ada eselon I, II, III, IV dan V. Ini totalnya 460 ribu. Nah, kalau kami melihat eselon III, IV, dan V ada kurang lebih 400 ribuan,'' kata Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PAN-RB, Setiawan Wangsaatmaja, di kantornya, Rabu (30/10/2019), seperti dikutip dari tempo.co.

Data per 30 Juni 2019 menunjukkan jumlah PNS saat ini sekitar 4,2 juta. Dengan komposisi 11 persen atau 460 ribu menempati jabatan struktural, 15 persen jabatan teknis dan kesehatan, 35 persen guru, dan 39 persen jabatan pelaksana atau administrasi.

Untuk jabatan struktural, pemangkasan jabatan dilakukan untuk merampingkan birokrasi. Sehingga, nantinya jabatan struktural hanya diisi oleh eselon I dan II. Adapun eselon III dan IV akan dialihkan ke jabatan fungsional. ''Komposisi sesuai arahan Presiden bahwa ASN harus berkeahlian. Harus spesifik. Artinya kami harus meningkatkan yang 15 persen itu,'' katanya.

Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian PAN-RB Rini Widyantini mengaku sudah menyiapkan langkah-langkah mengenai target penyesuaian jabatan fungsional dari eselon III dan IV. Salah satunya dengan pemetaan fungsi organisasi yang relevan dengan jabatan fungsional.

Namun, hal itu perlu didiskusikan lebih panjang karena harus melibatkan seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang punya organisasi di level eselon III dan IV. Setelah itu dilakukan pemilihan jabatan eselon III dan IV mana saja yang bisa dialihkan. ''Karena ada beberapa spesifikasi pekerjaan yang harus dilakukan kementerian dan lembaga,'' ucap Rini.

Menurut Rini, ada beberapa kriteria umum yang bisa dialihkan, misalnya jabatan analisis dan penyiapan bahan kebijakan, koordinasi pemantauan kebijakan, tugas teknis tertentu, tugas teknis yang sesuai jabatan fungsional, serta tidak berkedudukan sebagai kepala satuan kerja.

Kebijakan pemangkasan jabatan eselon ini akan dimulai pada November 2019, dengan Kementerian PAN-RB sebagai role model. ''Jadi bulan ini untuk Kemenpan akan memindahkan eselon III dan IV menjadi analis kebijakan. Jadi, Kemenpan dulu sebagai role model,'' kata dia.***

Editor : hasan b
Sumber : tempo.co
Kategori : Pemerintahan, GoNews Group

Loading...
www www