Ma'ruf Amin Baca Al-Falaq dan Doa Tolak Bala Sebelum Dilantik

Maruf Amin Baca Al-Falaq dan Doa Tolak Bala Sebelum Dilantik
Minggu, 20 Oktober 2019 14:58 WIB
JAKARTA - Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin memimpin doa keselamatan untuk bangsa dan juga doa tolak bala sebelum berangkat menghadiri acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024.

"Dalam rangka nanti menjalankan negara, supaya juga berjalan dengan baik, target yang kita inginkan tercapai, dihilangkan segala hambatan, dimudahkan upaya yang dilakukan, karena itu sebelum berangkat saya mengajak untuk berdoa," kata Ma'ruf di kediamannya, Jakarta, Minggu (20/10).

Mengawali doanya, Ma'ruf yang mengenakan jas, celana, dan peci hitam serta dasi merah itu mendoakan agar Allah SWT selalu memberikan pertolongan, kemudahan, dan keberkahan dalam segara urusan.

Selain itu, Ma'ruf yang berdoa penuh dengan bahasa Arab itu membacakan ayat terakhir surat Al-Falaq yang berarti agar dijauhi dari kejahatan sihir dan orang-orang dengki.

Usai membaca surah terakhir Al-Falaq sebanyak tiga kali, Ma'ruf yang juga didampingi istrinya itu membalikkan telapak tangannya dengan maksud untuk berdoa menolak bala.

Dalam doa tolak bala itu, Ma'ruf meminta agar dihindari dari kekurangan cobaan hidup, penyakit bala, keji dan mungkar serta ancaman lahir batin bagi negeri dan umat Muslim pada khususnya.

"Ya Allah, hindarkanlah dari kami malapetaka, bala, bencana, kekejian dan kemungkaran, sengketa yang beraneka, kekejaman dan peperangan, yang tampak dan yang tersembunyi, dalam negara kami khususnya dan dalam negara kaum muslimin pada umumnya, sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu," demikian doa Maruf.

Usai memimpin doa, Ma'ruf sempat menjelaskan bahwa ia merasa grogi alias deg-degan jelang pelantikan bersama Joko Widodo sebagai wapres. Namun ia memastikan ia bisa tidur dengan nyenyak semalam.

"Deg-degan biasa, kan belum pernah jadi wapres. Cuma tidur nyenyak," kata Ma'ruf.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : CNNIndonesia.com
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www