Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
Peristiwa
21 jam yang lalu
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
2
Pulihkan Perekonomian, Arief Poyuono Minta 'Kang Mas Jokowi' Legalkan Judi Togel dan Kasino
Politik
22 jam yang lalu
Pulihkan Perekonomian, Arief Poyuono Minta Kang Mas Jokowi Legalkan Judi Togel dan Kasino
3
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan 'Jasa' Prostitusi Hana Hanifah
Hukum
22 jam yang lalu
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan Jasa Prostitusi Hana Hanifah
4
Bantu Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Resmi Ditahan
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Bantu Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Resmi Ditahan
5
Jika Terbukti Terbitkan Surat Jalan Joko Tjandra, Brigjen Prasetyo Utomo Terancam Dicopot
Hukum
19 jam yang lalu
Jika Terbukti Terbitkan Surat Jalan Joko Tjandra, Brigjen Prasetyo Utomo Terancam Dicopot
6
Viral... Janda Cantik Ini Jual Rumah Rp185 Juta Bonus Nikah
Ekonomi
20 jam yang lalu
Viral... Janda Cantik Ini Jual Rumah Rp185 Juta Bonus Nikah
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Mengaku Tak Pantas Jadi Menteri, Hasto Pilih Fokus di Partai

Mengaku Tak Pantas Jadi Menteri, Hasto Pilih Fokus di Partai
Jum'at, 18 Oktober 2019 16:29 WIB
JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan tidak akan menjadi menteri kabinet periode kedua Presiden Joko Widodo.

Hasto mengaku sudah minta izin kepada Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan fokus tugas di partai.

"(Jadi) Menteri enggak pas. Masih banyak yang lebih hebat dan pas daripada saya. Saya izin ke Ibu Megawati begitu ditugaskan periode kedua saya tegaskan tugas di partai, apalagi tugas sekjen perlu totalitas yang tidak mungkin dirangkap. Kita ini manusia biasa bukan manusia super," ujar Hasto dikutip dari keterangan pers, Jumat (18/10).

Mantan Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf itu mengatakan banyak tugas yang harus dijalankan. Salah satunya menyiapkan kaderisasi pemimpin tingkat daerah.

Hasto mengatakan, Jokowi tidak bakal asal tunjuk menteri yang dikehendaki. Dia menuturkan, Jokowi pasti berdialog dengan para ketua umum, termasuk Megawati.

"Enggak mungkin presiden menunjuk saya, saya sudah sampaikan di publik. Kalau sekiranya presiden masih menunjuk, saya akan sampaikan mohon izin saya tetap di partai," ucapnya.

Hasto mengatakan, lebih menyukai mengurus partai. "Saya passion di partai, mengajar di partai bertemu pengurus partai, itu butuh energi, perjuangan sendiri. Saya sudah menyampaikan ke Ibu Megawati. Ketika ada satu pilihan saya memilih bertugas sebagai sekjen," tandasnya.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Merdeka.com
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www