Rela Kehilangan Kursi Ketua MPR, Prabowo Selalu Mengalah dari Megawati

Rela Kehilangan Kursi Ketua MPR, Prabowo Selalu Mengalah dari Megawati
Prabowo Bertemu Megawati. (Liputan6.com)
Senin, 07 Oktober 2019 07:50 WIB
JAKARTA - Hubungan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri sudah terjalin sejak lama. Keduanya sangat dekat sampai sempat menjadi pasangan capres cawapres pada tahun 2009.

Lantaran kedekatan itu, Prabowo beberapa kali mengalah dalam urusan politik dari Megawati. Mega pandai meluluhkan hati sehingga Prabowo manut dengan kata-kata presiden ke lima RI itu.

Lantas apa saja yang membuat Prabowo selalu mengalah dari Megawati? Berikut ulasannya:

Jadi Cawapres

Pada tahun 2009 lalu, Prabowo Subianto mengalah demi Megawati Soekarnoputri. Saat itu Prabowo maju dalam Pilpres 2009 bersama Megawati. Pada ajang itu, Prabowo menjadi cawapres sedangkan Megawati yang menjadi capresnya.

Padahal saat itu, kabarnya Prabowo awalnya 'ngebet' menjadi capres. Namun, akhirnya dia mau menjadi cawapres dan Megawati capres.

Di Pilpres 2009, Megawati dan Prabowo menandatangani perjanjian bersama di Istana Batu Tulis. Dalam perjanjian itu ditulis jika menang Pilpres, Prabowo minta diberikan keleluasaan menunjuk 10 menteri dan mengatur ekonomi Indonesia. Sementara Megawati berjanji akan mendukung Prabowo pada Pilpres 2014.

Tetapi, pada 2014 peta politik berubah. Megawati tak mendukung Prabowo malah mengusung Jokowi maju di Pilpres 2014. Hal ini menyebabkan persahabatan keduanya sempat renggang.

Relakan Kursi Ketua MPR

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto merelakan jatah kursi ketua MPR jatuh kepada Bambang Soesatyo (Bamsoet). Awalnya Gerindra menunjuk Ahmad Muzani sebagai ketua MPR. Namun Muzani harus puas hanya sebagai wakil.

Rupanya di balik legowonya Gerindra, ada peran Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Prabowo dan Megawati melakukan komunikasi di detik-detik terakhir. Prabowo meminta Mega mendukung Gerindra menjadi calon ketua MPR.

Mega menolak permintaan Prabowo. Malah, presiden kelima RI itu meminta Prabowo untuk legowo. Akhirnya Prabowo pun sepakat kursi ketua MPR diduduki Bamsoet dari Partai Golkar.

"Hasil konsultasi Prabowo Subianto dengan Megawati Soekarnoputri presiden RI kelima, maka Prabowo dan Megawati bersepakat untuk kepentingan lebih besar, kami bersepakat untuk terus menjaga MPR dalam forum musyawarah, dalam memutuskan berbagai kebijakan penting dalam membangun bangsa dan negara," kata Ketua Fraksi MPR Ahmad Riza Patria dalam sidang paripurna MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (3/10).

Hubungan Terjaga Baik

Meski Prabowo Subianto kerap mengalah terhadap Megawati Soekarnoputri, hubungan keduanya tetap terjaga dengan baik. Perlu diketahui hubungan keduanya sempat renggang akibat perbedaan arah politik.

Namun kembali mesra dengan melakukan beberapa kali pertemuan. Bahkan pada Kongres V PDIP di Bali, Prabowo menjadi tamu spesial.

Saking spesialnya, tempat duduk Prabowo disiapkan sejajar dengan Megawati, Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Wapres terpilih Ma'ruf Amin. Mega meminta kadernya menyambut Prabowo dengan baik.

"Jangan mengeluarkan kata-kata yang menyinggung undangan, apalagi ada undangan terhormat seperti Pak Prabowo yang hadir. Jadi jangan sampai ada yang bilang, huuu (disoraki), jangan begitu," kata DPD PDI-P Bali I Wayan Koster menirukan ucapan Megawati.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Merdeka.com
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www