Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sukamta Sebut New Normal Hanya Kedok Pemerintah Tutupi Kegagalan Tangani Covid-19
Politik
22 jam yang lalu
Sukamta Sebut New Normal Hanya Kedok Pemerintah Tutupi Kegagalan Tangani Covid-19
2
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
Hukum
4 jam yang lalu
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
3
Rekam Jejak Dirut TVRI yang Baru, Penggemar 'Bokep' Eks Kontributor Majalah Dewasa
Pemerintahan
7 jam yang lalu
Rekam Jejak Dirut TVRI yang Baru, Penggemar Bokep Eks Kontributor Majalah Dewasa
4
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
Hukum
4 jam yang lalu
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
5
Tak Setuju 'New Normal'? Ini Pesan Hergun...
GoNews Group
22 jam yang lalu
Tak Setuju New Normal? Ini Pesan Hergun...
6
Eks Kontributor Playboy Jadi Dirut TVRI, Hidayat: Dewas Kangkangi TAP MPR Etika Kehidupan Berbangsa
Politik
7 jam yang lalu
Eks Kontributor Playboy Jadi Dirut TVRI, Hidayat: Dewas Kangkangi TAP MPR Etika Kehidupan Berbangsa
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Ibu-Ibu, Bersiap Bilang 'Dadah!' pada Minyak Goreng Curah!

Ibu-Ibu, Bersiap Bilang Dadah! pada Minyak Goreng Curah!
Ilustrasi.
Senin, 07 Oktober 2019 12:27 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Minyak goreng curah yang biasa diburu-ibu di pasar akan segera ditiadakan. Pemerintah, melarang peredaran minyak goreng curah mulai 1 Januari 2020 karena Peraturan Menteri No 09/M-DAG/PER/2/2016 Tentang Perubahan Minyak Goreng Wajib Kemasan, otomatis menghalau peredaran minyak goreng curah yang dinilai konsumen, relatif murah.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita dalam acara 'eCommerce Marketplace Go Global' pada Minggu (6/10) memastikan tahun depan, Januari 2020 tidak ada lagi minyak goreng curah beredar di pasar. Menteri Enggar berharap agar produsen mulai mempersiapkan kebutuhan dalam penerapan kebijakan wajib kemasan minyak goreng.

"Diharapkan konsumen Indonesia dapat menggunakan minyak goreng kemasan hasil produksi dalam negeri yang lebih higienis dan sehat," kata Enggar pada Minggu (6/10/2019) kemarin.

Permen soal minyak goreng kemasan ini, merujuk pada Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 soal perlindungan konsumen. Menteri Enggar mengatakan, minyak goreng curah tidak sehat berdasarkan penelitian yang dilakukan Kementerian Perdagangan, karena sebagian diindikasi merupakan minyak "recicling".

Dijelaskan, anggapan minyak goreng curah lebih murah dari minyak goreng kemasan, juga tak sepenuhnya benar. Tak jarang, ninyak goreng curah dipasarkan dengan harga lebih tinggi dari minyak goreng kemasan, karena minyak goreng curah tidak menggunakan Harga Eceran Tertinggi atau HET yang telah ditetapkan pemerintah.

Hal ini berbeda dengan produsen minyak goreng kemasan yang telah mengikuti HET. Kalaupun masih ada harga minyak goreng kemasan di bawah HET, saat mendapatkan teguran dari pemerintah kata Enggar, produsen minyak goreng akan kembali lagi ke HET.

Sebagai informasi, berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 58 Tahun 2018 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Konsumen, HET minyak goreng berada Rp11.500 per liter.***

Editor : Muslikhin Effendy
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Ekonomi, Pemerintahan

Loading...
www www