Bersama Pengurus Masjid, Sekjen PA 212 Diperiksa Polisi?

Bersama Pengurus Masjid, Sekjen PA 212 Diperiksa Polisi?
Ketua Media Center PA 212, Novel Bamukmin. (Istimewa)
Senin, 07 Oktober 2019 11:39 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (PA) 212, Bernard Abdul Jabbar, tengah diperiksa oleh Polda Metro Jaya saat ini. Pemeriksaan Berbard, dikabarkan berbarengan dengan pemeriksaan terhadap pengurus masjid.

"Iya. Sedang dimintai keterangannya. Belum bisa dijelaskan secara detail. Intinya sudah di Polda, diminta keterangannya bersama pengurus masjid yang lain," kata Ketua Media Center PA 212, Novel Bamukmin, Senin (7/10/2019), tanpa menjelaskan untuk kasus apa pemeriksaan terhadap Bernard dan pengurus masjid itu.

Sebagaimana diketahui Novel sendiri juga telah menerima surat panggilan dari Polda Metro Jaya untuk hadir sebagai saksi kasus penculikan Ninoy Karundeng. Novel diminta hadir di Markas Polda Metro Jaya pada 10 Oktober nanti. Apakah Bernard diperiksa terkait kasus Ninoy juga?

"Ada kemungkinan ke sana," jawab Novel.

Sebelumnya, Ninoy menjadi korban kekerasan di tengah kekacauan aksi unjuk rasa beberapa hari lalu. Anggota Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Falah, Iskandar mengatakan, "Secara langsung saya tidak melihat. Kondisi beliau (Ninoy) ada di depan sini (di depan masjid), dipukuli massa. Kita tidak tahu apa penyebabnya tiba-tiba ada pemukulan. Kami dari jemaah masjid dan sekaligus pengurus DKM untuk menyelamatkan beliau kita masukan ke dalam pintu yang terbuka separuh,".

Hal itu dijelaskan Iskandar pada wartawan di Masjid Al Falah, Jalan Pejompongan Dalam, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (4/10/2019) lalu.

Iskandar mengatakan, kondisi saat itu banyak massa yang ada di dalam dan sekitar Masjid Al-Falah untuk mendapatkan perawatan. Dia mengatakan jemaah dan DKM menyelamatkan Ninoy dari amuk massa ke dalam masjid.

"Begitu banyak massa, kita tutup baru kita langsung masuk ke dalam. Meletakkan dia di ruangan medis, di mana para medis di situ juga banyak yang membantu para demonstran, termasuk beliau (Ninoy). Kita juga nggak tahu siapa nama beliau akhirnya masuk ke dalam situ. Tidak ada penyekapan yang ada itu adalah menyelamatkan dari massa, amukan massa, di sini pun pintu (gerbang) kita tutup dengan baik, pintu yang di dalam nggak kita tutup, seperti itulah," ujarnya.***

Editor : Muslikhin Effendy
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Hukum, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www