Loading...    
           

Ini Terobosan La Nyalla Sinergikan DPD dengan Semua Lembaga Negara dan Presiden

Ini Terobosan La Nyalla Sinergikan DPD dengan Semua Lembaga Negara dan Presiden
Sabtu, 05 Oktober 2019 20:27 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti akan melakukan terobosan baru untuk mengsinergikan lembaga yang dipimpinya dengan semua lembaga Negara, termasuk dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) selama lima tahun kedepan.

Mantan Ketua PSSI ini, akan melakukan terobosan dalam menjalin hubungan antara lembaga Negara yang sesuai dengan spirit lahirnya DPD RI, yaitu untuk memastikan keputusan di tingkat nasional guna memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk daerah.

Salahsatunya, La Nyalla ingin lmemastikan DPD dapat menjalin hubungan yang harmonis dan komunikatif, dengan semua lembaga negara, termasuk dengan Presiden dan semua kepala daerah di Indonesia.

"Saya pikir Ini penting bagi DPD, karena untuk memastikan pembangunan di daerah atau kepentingan daerah dapat terakomodasi dengan optimal. Apalagi Presiden sudah menyampaikan konsep pembangunan Indonesia Sentris. Artinya dari Sabang sampai Merauke menjadi priorotas. Bukan hanya di pulau Jawa. Dengan hubungan yang harmonis dan komunikatif, percepatan pembangunan harus bisa terlaksana," ujarnya, Sabtu (5/10/2019).

La Nyalla yang terpilih menjadi Ketua DPD RI melalui proses voting ini juga nengakui, saat ini DPD RI, dari sisi konstitusi memang masih memiliki kekurangan. Artinya ruang peran dan fungsinya masih terbatas.

Tetapi kata La Nyalla, Mahkamah Konstitusi telah memberi ruang dengan memberi tafsir yang lebih kuat dari kalimat yang tertulis di dalam UUD NKRI Tahun 1945. "Nah, fokus awal kepemimpinan saya adalah melakukan terobosan-terobosan kreatif dan positif, untuk memperbanyak ruang aksi bagi seluruh anggota DPD untuk bekerja demi daerah yang mereka wakili. Sehingga kembali ke spirit lahirnya DPD, yaitu untuk memastikan keputusan di tingkat nasional, memberi manfaat sebesar-besarnya untuk daerah. Karena wajah Indonesia secara utuh itu bukan Jakarta atau Jawa. Tetapi 34 provinsi itulah wajah Indonesia," tandasnya.

Dan guna mensolidkan seluruh anggota agar tugas di DPD berjalan lancar, langkah pertama yang akan Ia lakukan adalah pola kepemimpinan sangat penting. "Saya menawarkan konsep kepemimpinan kolektif kolegial. Saya ingin semua anggota DPD adalah pemimpin. Karena sejatinya para anggota DPD ini adalah tokoh di daerah masing-masing. Tidak ada siapa dipimpin siapa. Tapi kita pimpin bersama. Kita bawa DPD ini secara bersama, menjadi DPD yang lebih kuat dan bermartabat. Yang benar-benar berperan dalam memberi manfaat bagi daerah kita masing-masing," tegasnya.

Dia dan unsur pimpinan katanya lagi, hanya pemandu arah dan penjaga marwah lembaga saja. La Nyalla, akan memilih mendelegasikan sebanyak mungkin tugas-tugas senator kepada anggota. Dengan begitu, otomatis anggota dituntut aktif. Tidak bisa santai-santai lagi.

Kemudian lanjutnya, Ia juga akan mengakkan kedisiplinan kepada seluruh Anggota melalaui Badan Kehormatan DPD RI. "Jadi itu ada di domain Badan Kehormatan (BK) DPD. Ada sanksi dan mekanisme di dalam BK terkait dengan keaktifan anggota. Pimpinan tidak akan intervensi," ucap La Nyalla.

Menjadi Ketua DPD, La Nyalla juga akan tetap komitmen konsen terhadap Desa. Karena menurutnya, provinsi yang baik karena didukung kabupaten/kota yang baik. Kabupaten/kota yang baik karena kecamatannya bekerja dengan baik. Kecamatan yang baik karena desa/kelurahan yang baik. "Nah, Indonesia bisa lebih baik, salah satunya, apabila 34 provinsi itu berkinerja baik. Di sini peran penting DPD untuk memastikan daerah mendapatkan apa yang mereka butuh dan perlukan. Anggota DPD menyerap informasi, menyampaikan, memperjuangkan dan mengawal ke daerah sekaligus melakukan pengawasan implementasinya," tukasnya.

Saat ditanya soal Legislasi apa saja yang nanti akan disusulkan DPD? La Nyalla menjawab "Nanti akan dibahas dulu di DPD sebelum kita sampaikan dalam daftar Prolegnas,".

Terkait dengan kemunculan namanya dalam bursa ketua umum PSSI, menurutnya tidak akan menggangu kinerjanya sebagai Ketua DPD RI. "Nama saya muncul, karena ada banyak anggota yang meminta saya kembali membenahi PSSI," pungkasnya. ***


Loading...
wwwwww