Loading...    
           

Pemungutan Suara Pemilihan Ketua DPD Dihujani Interupsi, Senator: Sekjen DPD Tak Becus

Pemungutan Suara Pemilihan Ketua DPD Dihujani Interupsi, Senator: Sekjen DPD Tak Becus
Suasana pemungutan suara pemilihan Ketua DPD RI. (Istimewa)
Rabu, 02 Oktober 2019 07:27 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Suasana pemunguta suara pemilihan Ketua DPD RI, pada sidang paripurna yang digelar, Selasa (1/10/2019), sempat ricuh. Perdebatan terjadi ketika anggota DPD melakukan voting calon ketua. Proses ini masuk dalam rapat paripurna ketiga dengan agenda pemilihan Ketua DPD RI.

Sejumlah Anggota DPD RI memprotes laporan Sekjen DPD RI terkait jumlah kehadiran dan jumlah peserta voting yang tidak sesuai dengan absensi kehadiran.

Sebelum voting digelar, jumlah anggota DPD yang hadir dalam rapat dan akan ikut serta memberikan suara sebanyak 132 dari 136 anggota. Tetapi, ketika surat suara dihitung, ada 134 orang yang memberikan suara.

"Interupsi pimpinan, tadi saya merekam dan mendengar cukup jelas, bahwa jumlah Anggota DPD RI yang hadir ada 132 orang, kok tiba-tiba jumlah kertas suara jadi 134?," tanya salahsatu Senator asal Sulawesi Selatan.

"Bagaimana prosesnya dia ketambahan, karena tadi dari awal diumumkan 132 itu setelah mengecek, sekarang jadi 134. Oleh karena itu mohon penjelasan secara rinci dan jelas," kata salah seorang anggota DPD menginterupsi rapat yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019) pagi.

Beberapa anggota DPD lain juga menyuarakan hal serupa. Mereka berpendapat, seharusnya, jika ada penambahan anggota DPD sebelum voting, diinformasikan ke seluruh anggota DPD yang hadir supaya tidak terjadi kesimpangsiuran.

Sejumlah anggota DPD menilai pimpinan sidang dan pihak Sekjen tidak cermat atas hal ini. Mereka bahkan meminta pimpinan sidang meminta maaf atas kekeliruan yang terjadi.

"Ini harus jadi pelajaran buat kita bersama, harusnya, sebelum dilakukan voting, dicek terlebih dahulu. Ini Sekjen bagaimana sih kerjanya kok gak becus begini," timpal Senator lainnya.

"Tolong Pimpinan harus minta maaf ke kita," desaknya.

Menyikapi hal tersebut, pimpinan sidang Jialyka Maharani pun akhirnya meminta maaf. Ia mengakui adanya kekeliruan dengan tidak menginformasikan dua anggota DPD yang datang terlambat sesaat sebelum voting dilakukan.

"Saya mohon maaf kepada bapak ibu sekalian karena jadi disinformasi," katanya.

Rapat pun berlanjut. Sebanyak 134 surat suara hasil voting dihitung satu per satu. Ke-134 anggota DPD memilih empat kandidat. Mereka adalah La Nyalla Matalitti, Sultan Bachtiar, Mahyudin, dan Nono Sampono.***


Loading...
wwwwww