Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
GoNews Group
24 jam yang lalu
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
2
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
Politik
24 jam yang lalu
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
3
Eva Yuliana Kutuk Pembunuhan terhadap Editor MetroTV
GoNews Group
18 jam yang lalu
Eva Yuliana Kutuk Pembunuhan terhadap Editor MetroTV
4
Hj. Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
Ekonomi
3 jam yang lalu
Hj. Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
5
Gus Jazil Sebut Maju atau Tidak Suatu Negara, Bisa Diukur dari Tingkat Pengangguran
Politik
24 jam yang lalu
Gus Jazil Sebut Maju atau Tidak Suatu Negara, Bisa Diukur dari Tingkat Pengangguran
6
Gus Jazil: Nasib Purna Pekerja Migran Tetap Perlu Diperhatikan dan Diberdayakan
Politik
24 jam yang lalu
Gus Jazil: Nasib Purna Pekerja Migran Tetap Perlu Diperhatikan dan Diberdayakan
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Dhandy Laksono Tersangka Ujaran Kebencian soal Papua?

Dhandy Laksono Tersangka Ujaran Kebencian soal Papua?
Jum'at, 27 September 2019 14:26 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Irna Gustiawati, Istri dari mantan jurnalis Dhandy Dwi Laksono, mengungkapkan bahwa Dhandy pulang berstatus tersangka usai dibawa polisi pada Kamis (26/09/2019) malam.

"Jam 3.30 WIB dibebaskan namun status masih tersangka. Berstatus tersangka karena twitnya terkait Papua," ujar Irna dikutip dari CNNIndonesia.com, Jumat (27/09/2019).

Lansiran berita tersebut menjelaskan, berdasarkan penuturan Irna, Dandhy disangka melanggar UU Nomor 8 tahun 2016 tentang ITE dan UU Nomor 1 tahun 1946 tentang hukum pidana.

Penelusuran GoNews.co di akun twitter @Dhandy_Laksono, twit soal Papua setidaknya terdapat pada cuitan tanggal 26 September 2019, pukul 09.41 WIB pagi.

"(2) Merespon Papua dengan mengirim pasukan dan menangkapi aktivis dengan pasal makar," cuitan akun itu.

Mundur sekira 3 jam, tepatnya pukul 06.38 WIB, akun itu mencuit, "Yeri Murib dan kawan-kawannya di Papua, Randi di Kendari, dan Bagus Putra Mahendra di Jakarta. Duka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Apa yang mereka yakini dan perjuangkan, menjadi tugas kita semua untuk mewujudkannya. Sekecil dan selemah apapun yang kita bisa," kata @Dhandy_Laksono.

Seperti diketahui, Dandhy yang belakangan lebih dikenal sebagai pendiri rumah produksi Watchdoc itu, ditangkap empat orang polisi pada pukul 23.05 WIB di kediamannya di kawasan Jatiwaringin, Pondokgede, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (26/09/2019) malam.***

Editor : Muslikhin Effendy
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www