Loading...

Ada Nama Pendiri Gojek di Daftar Calon Menteri Jokowi

Ada Nama Pendiri Gojek di Daftar Calon Menteri Jokowi
Pendiri Gojek, Nadiem Makarim. (istimewa)
Sabtu, 21 September 2019 02:59 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Presiden Jokowi kembali terpilih untuk memimpin Indonesia melalui helatan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Jelang masa jabatan kedua Jokowi itu, sejumlah nama berseliweran bakal mengisi kursi-kursi utama di kabinet.

Nama Nadiem Makariem, sosok yang sejak lama digadang-gadang menjadi pembantu Jokowi, kini kembali mencuat, jelang inagurasi politik oktober mendatang.

Nadiem yang lebih dikenal sebagai pendiri perusahaan teknologi transportasi, Gojek, muncul sebagai nama pertama dari enam pilihan nama di daftar calon-calon Menteri Komunikasi dan Informatika Jokowi Jilid II, dalam poling publik yang diselenggarakan perusahaan media online detik.

"Nama calon menteri usulan Detikers telah dibahas oleh pakar dalam focus group discussion (FGD). Hasilnya adalah 6 nama selain menteri yang menjabat saat ini. Nama menteri inkumben akan turut diusulkan ke Jokowi tanpa melalui polling. Kini, Detikers bisa isi polling 'Bantu Jokowi Cari Menteri'. Yuk ikutan detik ini juga!" terang laman berjudul "Bantu Jokowi Cari Menteri" yang dikutip GoNews.co, Jumat (20/09/2019).

Pada poling yang akan berakhir Sabtu (21/09/2019) itu, 5 nama lain yang menjadi kandidat menteri menyaingi Nadiem adalah, Arief Yahya, Najwa Shihab, Ririek Adriansyah, Wishnutama, dan Wahyu Sakti Trenggono.

Poling itu, tak hanya mencarikan Menteri Kominfo untuk Jokowi. Kementerian lain seperti, Menkopolhukam, Mendagri, Menlu, Menhan, Menkumham, MenpanRB, hingga Jaksa Agung sebagai lembaga tinggi setingkat kementerian.

Turut juga disertakan dalam poling itu, pos Menteri bidang Perekonomian, Menteri bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan, Menteri bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Menteri Sekretaris Negara, hingga Sekretaris Negara dan Kepala Staf Kepresidenan.***

Editor : Muslikhin Effendy
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www