Loading...    
           

DPP Golkar Tegaskan Siap Hadapi Somasi Terhadap Airlangga Hartato

DPP Golkar Tegaskan Siap Hadapi Somasi Terhadap Airlangga Hartato
Jum'at, 20 September 2019 13:11 WIB
JAKARTA - Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menyatakan bahwa DPP siap menghadapi somasi yang dilayangkan sejumlah anggota partai terhadap Ketua Umum Airlangga Hartarto. Namun Ace mempertanyakan dasar sejumlah anggota melayangkan somasi.

"Ya saya kira somasi itu harus jelas alamatnya, apa masalahnya," kata Ace di wilayah Cikini, Jakarta, Kamis (19/9).

Sebelumnya, sejumlah anggota Golkar yang disebut sebagai pendukung Bambang Soesatyo, menyomasi Airlangga karena tidak bisa melangsungkan rapat di Kantor DPP Golkar, Slipi.

Menanggapi itu Ace mengatakan bahwa kantor DPP bisa digunakan oleh siapa saja. Hanya saja, ada mekanisme dan prosedur tertentu dalam menggunakan kantor partai.

Menurut dia harus jelas Kantor DPP hendak digunakan kader untuk melaksanakan kegiatan apa.

"Iya, anggota DPP kan bisa berkegiatan di mana saja. Tapi untuk penggunaan gedung DPP Partai Golkar sebaiknya koordinasi dengan Pak Sekjen. Lalu sebutkan acaranya apa, kegiatannya apa," katanya.

Lebih lanjut, Ace memastikan somasi itu tidak mengganggu proses musyawarah nasional yang akan dilangsungkan Golkar. Ia menyatakan Munas akan digelar pada Desember 2019.

"Enggak ada perubahan Insya Allah enggak ada perubahan," katanya.

Munas Golkar salah satunya mengagendakan pemilihan Ketua Umum Golkar. Dua tokoh yang diprediksi bakal bertarung adalah petahana Airlangga dan Bambang Soesatyo.

Ace mengaku tak ambil pusing soal manuver Bambang Soesatyo yang menyatakan bakal maju menjadi calon Ketua Umum Golkar periode mendatang. Ace menganggapnya tak lebih sebagai dinamika internal yang wajar terjadi dalam partai.

"Saya kira itu sesuatu yang wajar. Buat kami di Partai Golkar, kalau posisi saya sebagai Ketua DPP Partai Golkar, saya ingin tegaskan bahwa itu sesuatu yang biasa saja," ujarnya.

Pandangannya, kata Ace, sejalan dengan Airlangga. Ia pun meminta politik internal yang terjadi di tubuh partai saat ini tidak didramatisasi berlebihan.

"Enggak perlu kemudian didramatisasi bahwa kondisi tersebut akan menimbulkan berbagai kemungkinan yang membuat Golkar seperti perang dunia ketiga," ujar Ace.

Menurutnya yang terpenting adalah cara Golkar mengelola konflik sebaik-baiknya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:CNNIndonesia.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
wwwwww