Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
Peristiwa
21 jam yang lalu
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
2
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
GoNews Group
18 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
3
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
GoNews Group
18 jam yang lalu
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
4
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
Ekonomi
17 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
5
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
GoNews Group
14 jam yang lalu
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
6
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Kesehatan
16 jam yang lalu
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Loading...
Home  /   Berita  /   Pemerintahan

Diskes Sumsel Angkat Bicara Soal Bayi yang Meninggal Diduga Karena ISPA

Diskes Sumsel Angkat Bicara Soal Bayi yang Meninggal Diduga Karena ISPA
Senin, 16 September 2019 17:35 WIB
PALEMBANG - Seorang bayi berusia empat bulan meninggal dunia diduga terserang infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), Minggu (15/9/2019)

Bayi itu sempat dirawat di Rumah Sakit Ar Rasyid, belum sempat dirujuk ke Rumah Sakit Moehammad Husein (RSMH), bayi itu sudah meninggal.

Dinas kesehatan provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) belum bisa memastikan penyebab meninggalnya seorang balita yang diduga karena kabut asap di Kecamatan Talang Kelapa kabupaten Banyuasin.

Sebelumnya Elsa Fitaloka (4 bulan) anak kedua pasangan Ita Septiana (27) dan Ngadirun (34) meninggal setelah sempat dirawat di RS Ar Rasyid Palembang, Minggu (15/9/2019) pukul 18.35. Sempat beredar kabar bahwa Elsa diduga meninggal karena terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kepala dinas kesehatan Sumsel Lesti Nuraini menuturkan, pihaknya belum bisa memberikan komentar lebih lanjut terkait hal tersebut. Sebab belum menerima laporan dari dinas kesehatan wilayah kabupaten Banyuasin.

"Selain itu, kondisi keluarga bayi tersebut masih berduka. Sehingga belum bisa banyak ditanya lebih lanjut,"ujarnya, Senin (16/9/2019).

Dikatakan Lesti, untuk membuktikan dugaan ISPA sebagai penyebab kematian bayi Elsa, tentunya membutuhkan berbagai koordinasi juga data.

Hal ini karena harus ada pemeriksaan lebih lanjut ke lingkungan tempat tinggalnya serta riwayat penyakit dari bayi tersebut. "Justru yang lebih tahu lagi adalah rumah sakit tempat bayi tersebut dirawat. Apakah benar karena ISPA atau ada penyakit lain,"ucapnya.

Namun, Lesti menegaskan bahwa sejatinya faktor utama seseorang terkena ISPA bukan karena Asap. Melainkan karena virus dan bakteri yang bisa diperparah oleh berbagai faktor. Termasuk salah satunya terkena paparan kabut asap. "ISPA rentan menyerang anak-anak dibawah 5 tahun dan yang memiliki riwayat penyakit pernapasan atau jantung,"ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Bayi Meninggal Diduga ISPA, Ini Penjelasan dan Reaksi Dinas Kesehatan Sumsel.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Tribunews
Kategori : Pemerintahan, Peristiwa, GoNews Group

Loading...
www www