Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Amerika Chaos, MPR Minta KBRI Lindungi WNI
GoNews Group
15 jam yang lalu
Amerika Chaos, MPR Minta KBRI Lindungi WNI
2
Kapolres: Hasil Swab Personel Polres Sijunjung Negatif Covid-19
Sijunjung
17 jam yang lalu
Kapolres: Hasil Swab Personel Polres Sijunjung Negatif Covid-19
3
Polisi Panggil Sejumlah Saksi Dugaan Pencemaran Nama Baik Ketua KPU Sumbar
Sumatera Barat
17 jam yang lalu
Polisi Panggil Sejumlah Saksi Dugaan Pencemaran Nama Baik Ketua KPU Sumbar
4
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
Politik
18 jam yang lalu
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
5
Indonesia Buktikan Pancasila Kuatkan Masyarakat di Tengah Pandemi
GoNews Group
15 jam yang lalu
Indonesia Buktikan Pancasila Kuatkan Masyarakat di Tengah Pandemi
6
Ingin Wujudkan Indonesia Sejahtera? Kuncinya Kata PKS: Amalkan Pancasila
Politik
14 jam yang lalu
Ingin Wujudkan Indonesia Sejahtera? Kuncinya Kata PKS: Amalkan Pancasila
Loading...
Home  /   Berita  /   Politik

Mardani Ali Sera Tagih Jokowi Padamkan Karhutla di Riau

Mardani Ali Sera Tagih Jokowi Padamkan Karhutla di Riau
Politisi PKS, Mardani Ali Sera. (Istimewa)
Jum'at, 13 September 2019 20:55 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menagih janji Presiden Joko Widodo yang akan mengatasi serius kebakaran hutan dan lahan. Mardani menagih janji Jokowi lantaran kebakaran yang terus terjadi di Riau maupun Kalimantan mulai menyebabkan gangguan kesehatan.

"Pak Jokowi sudah berjanji tidak ada kebakaran hutan lagi, jadi saya menagih janji Pak Jokowi," ujar Mardani di Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Jumat (13/9).

Politikus PKS ini tetap berpikir positif atas itikad Jokowi. Menurut dia, bisa jadi Jokowi sudah punya tekad yang baik untuk penindakan dan mengatasi kebakaran hutan. "Tapi pelaksanaan di lapangan tidak terwujud," ujar Mardani.

Mardani juga mengkritisi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang harusnya sudah melakukan antisipasi cuaca. Pasalnya, kemarau panjang disinyalir menyebabkan karhutla makin parah. "Mestinya antisipasinya sudah BMKG pasti sudah memberi tahu jauh-jauh hari akan terjadi kemarau panjang, sehinga persiapan peluang terjadinya kebakaran hutan tinggi," ujar Mardani.

Mardani menambahkan, karhutla harusnya menjadi perhatian Jokowi. Terlebih, kata Mardani, Karhutla berdampak pada produktifitas dan kesehatan, misalnya gangguan saluran pernafasan. Ia meminta pertolongan korban dan penegakan hukum dapat dilakukan bersama.

"Harus betul-betul ini jadi perhatian penuh selurih sumber daya diarahkan agar pertama korban harus segera dilakukan treatment, yang kedua tentu pengakan hukum dan yang ketiga sambil jalan pemadaman," ujar Mardani.

Jokowi pernah menyebut kebakaran hutan dan lahan sudah tidak terjadi dan berjanji akan menghentikan kebakaran hutan. Di lain waktu, Jokowi juga pernah meminta Kapolri Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto untuk mencopot anak buahnya yang tak mampu mengatasi karhutla.

"Saya minta copot yang tidak bisa mengatasi. Saya telepon lagi tiga atau empat hari yang lalu ke Kapolri, copot kalau enggak bisa mengatasi kebakaran hutan dan lahan," kata Jokowi, dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan 2019, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/8) lalu.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Rebublika.co.id
Kategori : Politik, Pemerintahan, Peristiwa

Loading...
www www