Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Otong Tewas Usai Ditangkap dan Kepalanya Dibungkus Lakban, Polisi Sebut Karena Sesak Napas
Peristiwa
15 jam yang lalu
Otong Tewas Usai Ditangkap dan Kepalanya Dibungkus Lakban, Polisi Sebut Karena Sesak Napas
2
Viral Pedagang Nangis Dilarang Jualan Usai Tegur 'Istri Wakapolda'
Peristiwa
14 jam yang lalu
Viral Pedagang Nangis Dilarang Jualan Usai Tegur Istri Wakapolda
3
Otong Tewas Diduga Disiksa Polisi, Jokowi dan DPR Didesak Revisi KUHAP
Hukum
15 jam yang lalu
Otong Tewas Diduga Disiksa Polisi, Jokowi dan DPR Didesak Revisi KUHAP
4
Tito Karnavian: Air Wudhu Tidak Membunuh Virus Corona
Kesehatan
14 jam yang lalu
Tito Karnavian: Air Wudhu Tidak Membunuh Virus Corona
5
Berharap Anak Masuk Akpol, Anggota Polisi Tertipu Rp1,35 Miliar, Pelakunya Tersangka Korupsi Rp5,9 Miliar
Hukum
19 jam yang lalu
Berharap Anak Masuk Akpol, Anggota Polisi Tertipu Rp1,35 Miliar, Pelakunya Tersangka Korupsi Rp5,9 Miliar
6
Akibat Pandemi, Ratusan Mama Muda Bakal jadi Janda Baru
Peristiwa
14 jam yang lalu
Akibat Pandemi, Ratusan Mama Muda Bakal jadi Janda Baru
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Laporan Harta Kekayaannya Janggal, Lili Pintauli Siregar: Maaf Nolnya Kurang Satu Pak

Laporan Harta Kekayaannya Janggal, Lili Pintauli Siregar: Maaf Nolnya Kurang Satu Pak
Kamis, 12 September 2019 19:13 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR fraksi PDI Perjuangan, Trimedya terkejut dengan laporan harta kekayaan calon pimpinan KPK, Lili Pintauli Siregar yang berjumlah Rp 70 juta.

Padahal Lili menjabat sebagai advokat dan juga ketua LPSK selama dua periode.

Sadar dengan respons DPR, Lili pun buru-buru mengklarifikasi laporan keuanganny salah input. Menurutnya, jumlah harta kekayaan yang ditulis dalam laporan kurang satu angka di bagian belakang.

“Nilainya memang Rp 700 juta, itu aneh emang kalau Rp 70 juta kurang nolnya satu,” ucap Lili di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Rabu (11/9).

Di hadapan dewan, ia membeberkan rekam jejaknya selama menjadi advokat yang kerap membela buruh atau petani yang bersengketa lahan. Kemudian dia juga bercerita pernah berkiprah di LBH dan Pusat Bantuan Hukum Indonesia (PBHI).

Soal laporan harta kekayaan yang salah input, ia pun mengaku telah mengoreksinya.

"Sudah saya publis, sudah saya koreksi namun belum terkoreksi di LHKPN yang di KPK,” tandasnya.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : rmol.id
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www