Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
Peristiwa
22 jam yang lalu
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
2
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
GoNews Group
19 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
3
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
GoNews Group
19 jam yang lalu
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
4
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
Ekonomi
18 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
5
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
GoNews Group
15 jam yang lalu
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
6
Alhamdulilah, dari 25 Orang Pasien Positif Covid -19 di Padang Panjang, 21 Orang Dinyatakan Sembuh
Lingkungan
8 jam yang lalu
Alhamdulilah, dari 25 Orang Pasien Positif Covid -19 di Padang Panjang, 21 Orang Dinyatakan Sembuh
Loading...
Home  /   Berita  /   Politik

Sumpah Pakai Alquran, Kubu Airlangga Dinilai Lagi Panik

Sumpah Pakai Alquran, Kubu Airlangga Dinilai Lagi Panik
Selasa, 03 September 2019 14:31 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Koordinator Bidang Kepartaian DPP Partai Golkar Darul Siska menanggapi aksi tak lazim yang dilakukan Ketum Golkar Airlangga Hartarto terkait sumpah dukungan pada Munas Golkar mendatang.

Darul melihat cara sumpah dibawah Al–Quran untuk mendukung Airlangga adalah sesuatu kepanikan. Pasalnya, pemilik suara Partai Golkar tidak lagi takut dipecat dan tidak bisa diiming–imingi dengan uang dan jabatan.

"Yang biasa adalah seseorang bersumpah dalam suatu jabatan tertentu untuk mengabdi kepada kepentingan orang banyak, bukannya orang banyak yang bersumpah untuk kepentingan seseorang," kata Darul Siska kepada wartawan, Selasa (03/09/19).

Karenanya, Darul menilai langkah Airlangga tersebut aneh. Sebab, menurutnya, bersumpah dengan nama Allah dibawah kitab Suci Al–Quran di dalam Masjid untuk mencalonkan, mendukung dan memilih seseorang dalam kontestasi pemilihan Ketua Partai adalah sesuatu yang berlebihan.
Ia juga mengatakan, perlu dianalisa secara agama dan secara akal sehat apakah cara tersebut tidak bertentangan dengan ajaran agama, apalagi disertai kalimat bersedia dilaknat bila tidak menjalankan sumpah yang dimaksud.

"Kegiatan suatu organisasi tentu berlandaskan tata aturan yang dibuat atas dasar kesepakatan bersama.
Kalau seorang Ketua organisasi tidak lagi tunduk dan menjalankan aturan organisasi yang dibuat bersama, apakah layak untuk diikuti dan dipilih lagi?," katanya.

Dalam ajaran agama Islam, lanjut Darul, manusia hanya diajarkan untuk tunduk, taat, dan patuh hanya kepada Allah, Rasul dan orang tua.

"Kepatuhan kepada orang tua pun hanya selama orang tua tersebut mengajak kepada kebenaran yang bersumber dari Alquran dan hadist. Sedangkan bila orang tua menyimpang dari Ajaran Agama maka seorang anak tetap hormat kepada orangtua, tetapi tidak perlu taat dan patuh lagi," urainya.

Diketahui, sebelumnya dalam sebuah video yang sedang viral, Ketua DPD Partai Golkar se–Jawa Barat diambil sumpah mendukung dan memilih Airlangga Hartarto sebagai ketua umum Partai Golkar pada Munas Desember nanti.

Mereka disumpah dengan menggunakan Alquran. Pengucapan sumpah dipandu Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedy Mulyadi. Video pengambilan sumpah direkam salah seorang yang hadir.

Pengambilan sumpah dilakukan pada Sabtu, 31 Agutus 2019. Dalam video berdurasi 1 menit 25 detik itu, pengambilan sumpah dilakukan dalam suatu rungan. Tampak seorang tokoh agama Islam mengangkat tinggi Al Quran pada posisi di atas kepala para pengucap sumpah.

"Saya bersedia mendapat konsekuensi apabila saya mengingkari, dan mengkhianati sumpah ini.

Saya bersedia menerima laknat atas pengkhianatan saya," begitu antara lain bunyi sumpah yang diucapkan para ketua DPD Golkar mengulangi apa yang dieja Dedy Mulyadi.

Dalam video tersebut tampak Airlangga menyaksikan pengucapan sumpah tersebut. Beberapa elite DPP Partai Golkar kubu Airlangga juga terlihat hadir, diantaranya Melchias Markus Mekeng, Ketua Korbid Wilayah Timur.

Berikut bunyi sumpah yang dieja Dedy Mulyadi dan diucapkan ulang para pengurus DPD Golkar tersebut.

Bismillah

Demi Allah

Saya bersumpah

Saya akan mencalonkan
Mendukung
dan memilih
Bapak Insinyur Airlangga Hartanto Mda, Mdd
Sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar 2019–2024

Saya bersedia mendapat konsekuensi apabila saya mengingkari, dan mengkhianati sumpah ini.

Saya bersedia menerima laknat atas pengkhianatan saya.

Purwakarta, 31 Agustus 2019

Kami, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat.

Setelah pengucapan sumpah, para ketua DPD Golkar itu digiring Dedy Mulyadi ke sebuah meja untuk menandatangani pernyataan dukungan kepada Airlangga.***


Loading...
www www