Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
Politik
22 jam yang lalu
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
2
Sempat Dihajar Massa, Warga Padang Terduga Pencuri Mobil Akhirnya Diamankan Polisi
Solok
20 jam yang lalu
Sempat Dihajar Massa, Warga Padang Terduga Pencuri Mobil Akhirnya Diamankan Polisi
3
Mulai 1 Juni, Semua Objek Wisata di Pesisir Selatan Kembali Dibuka
Pesisir Selatan
20 jam yang lalu
Mulai 1 Juni, Semua Objek Wisata di Pesisir Selatan Kembali Dibuka
4
Kematian George Floyd Berujung Rusuh, KJRI Chicago Pastikan WNI Aman
Internasional
6 jam yang lalu
Kematian George Floyd Berujung Rusuh, KJRI Chicago Pastikan WNI Aman
5
Jalan Penghubung Bukittinggi - Pasaman Barat Tertimbun Longsor Sepanjang 25 Meter
Agam
12 jam yang lalu
Jalan Penghubung Bukittinggi - Pasaman Barat Tertimbun Longsor Sepanjang 25 Meter
6
Pukul Pantat Warga Tak Pakai Masker dengan Rotan di Pasar, 8 Polisi Diamankan
Peristiwa
18 jam yang lalu
Pukul Pantat Warga Tak Pakai Masker dengan Rotan di Pasar, 8 Polisi Diamankan
Loading...
Home  /   Berita  /   Politik

Papua Mulai Kondusif, Polri Diminta Usut Provokasi Digital di 3 Kota Ini!

Papua Mulai Kondusif, Polri Diminta Usut Provokasi Digital di 3 Kota Ini!
Ilutrasi kerusuhan di Papua. (Foto: Twitter/#savepapua)
Selasa, 03 September 2019 14:24 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Kondisi Kamtibmas di Papua dan Papua Barat sudah mulai kondusif. Apresiasi tinggi disampaikan IPW untuk Polri, namun menyelidiki sumber provokasi termasuk provokasi siber kerusuhan maut itu, dinilai sebagai tantangan Polri ke depan.

"Sejauh mana keberhasilan kinerja Patroli Siber kepolisian dalam memburu dan menangkap para propokator digital dalam negeri, yang memprovokasi kasus Surabaya hingga menjadi letupan kerusuhan di sejumlah kota di Papua Barat dan Papua?" kata Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW), Neta S. Pane dalam keterangan tertulisnya, Selasa (03/09/2019).

Neta melanjutkan, IPW telah menerima informasi bahwa "aksi provokasi digital itu dikendalikan dari empat kota Jakarta, Surabaya, Gorontalo, dan Biak,".

"Polri perlu menjelaskan secara transparan sejauhmana hasil Patroli Siber melakukan penyelidikan dan menyentuh, untuk kemudian menciduk para provokator digital dalam negeri tersebut," kata Neta.

Seperti diketahui, unjuk rasa yang berujung ricuh dan menelan korban nyawa serta benda di Papua dan Papua Barat, sebagai respon atas diserangnya asrama mahasiswa Papua di Surabaya terus menjadi perhatian serius. Hoaks dan provokasi termasuk campur tangan asing, diduga turut memperpanas kondisi di Papua selama beberapa hari.

Pada unjuk rasa di Jayapura, Papua yang berlangsung mulai Kamis (29/8/3019) hingga Jumat (30/8/2019) dini hari, penindakan aparat telah mengamankan sedikitnya 30 orang tersangka.

Menko Polhukam Wiranto mengatakan, setelah amarah Papua mulai mereda, kini pemerintah fokus pada pemulihan Kamtibmas di Bumi Cendrawasih termasuk memperbaiki bangunan dan objek-objek vital yang sempat jadi korban penghancuran dan pembakaran saat kerusuhan berlangsung.

"Selanjutnya direncanakan untuk kembali membangun itu agar segera dapat dilaksanakan kegiatan sehari-sehari seperti sebelumnya. Tentu butuh waktu tapi kearah sana sudah mulai dilaksanakan," kata Wiranto di Jakarta, Selasa (3/09/2019).***

Kategori : Politik, Hukum, GoNews Group

Loading...
www www