Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pimpin Penangkapan Buronan Nurhadi, Novel Baswedan Jadi Trending
Pemerintahan
13 jam yang lalu
Pimpin Penangkapan Buronan Nurhadi, Novel Baswedan Jadi Trending
2
Bambang Widjojanto: Meski Mata Novel Baswedan Dirampok, Tapi Berhasil Tangkap Nurhadi
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Bambang Widjojanto: Meski Mata Novel Baswedan Dirampok, Tapi Berhasil Tangkap Nurhadi
3
Diskreditkan Muhammadiyah dan Din Syamsudin, Ade Armando Ogah Minta Maaf
Politik
12 jam yang lalu
Diskreditkan Muhammadiyah dan Din Syamsudin, Ade Armando Ogah Minta Maaf
4
Sebelum Kader IMM Bergerak, Ade Armando Diminta Segera Minta Maaf ke Din Syamsuddin
Peristiwa
12 jam yang lalu
Sebelum Kader IMM Bergerak, Ade Armando Diminta Segera Minta Maaf ke Din Syamsuddin
5
New Normal, Penumpang Harus Datang Empat Jam Sebelum Keberangkatan
Ekonomi
23 jam yang lalu
New Normal, Penumpang Harus Datang Empat Jam Sebelum Keberangkatan
6
Jokowi Minta Pembukaan Rumah Ibadah Tunggu Corona Menurun
GoNews Group
12 jam yang lalu
Jokowi Minta Pembukaan Rumah Ibadah Tunggu Corona Menurun
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Minta Fokus ke Kasus Papua, Ketua MPR: Tunda Dulu Bahas Pemindahan Ibu Kota

Minta Fokus ke Kasus Papua, Ketua MPR: Tunda Dulu Bahas Pemindahan Ibu Kota
Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan didampingi Gus Ahmad Muwafiq jelang Hut MPR RI. (Muslikhin)
Kamis, 29 Agustus 2019 20:18 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, meminta Pemerintah dalam hal Ini Presiden Joko Widodo, untuk menunda pembahasan soal pemindahan Ibu Kota negara.

Pasalnya menurut Zulkifli Hasan, ada masalah yang lebih mendesak untuk segera dibahas dan harus segera dicarikan solusinya, yakni konflik Papau.

"Untuk sementara waktu yang sifatnya tidak genting ditunda dulu lah, karena ada yang lebih genting di Papua," ujar Zulkifli Hasan disela-sela Tasyakuran HUT MPR ke 74 di Gedung Nusantara IV, Kompleks Senayan, Jakarta, Kamis (29/8/2019) malam.

Politisi asal Lampung ini juga mendesak, agar pemerintah segera mencari solusi dengan mengambil langkah-langkah cepat dalam penyelesaian konflik di Papua.

"Papua ini kan multidemnsi ya, persoalan ini sudah melebar kemana-mana, sudah ada campur tangan PBB, Afrika, Australi dll.

Sementara di dalam negeri, kericuhan terjadi sangat masif dan sudah masuk ke Kota-kota, Kabupaten, bahkan di beberapa Provinsi, sekali lagi hati-hati, ingat hati hati," tandasnya.

Bahkan menurutnya, konflik Papua ini sudah ditingkat yang sangat mengkhawatirkan. Untuk itu, Ia juga mengimbau agar aparat kemanan bertindak tegas dengan siapapun yang berusaha untuk mengadu domba dan berbuat onar.

"Bayangkan, sejak 15 tahun terakhir, baru kali ini terjadi pengibaran bendera kejora di Istana, tapi tidak ada tindakan tegas dan keseriusan aparat dalam hal ini TNI-Polri. Saya sekali lagi mohon, tolong hati-hati, berangus cepat aksi-aksi provokatif seperti itu," pungkasnya.***


Loading...
www www