Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Soal Bantuan Karyawan dengan Upah di Bawah Rp5 Juta, Ini Catatan Komisi XI
GoNews Group
14 jam yang lalu
Soal Bantuan Karyawan dengan Upah di Bawah Rp5 Juta, Ini Catatan Komisi XI
2
Usai Diajak Nonton Video Porno, Gadis 18 Tahun Digilir 4 Pria dan Dibiarkan Terkapar di Halaman Rumah
Peristiwa
12 jam yang lalu
Usai Diajak Nonton Video Porno, Gadis 18 Tahun Digilir 4 Pria dan Dibiarkan Terkapar di Halaman Rumah
3
Ekonomi Anjlok, Wakil Ketua MPR: Bukti Kebijakan Pemerintah Tak Efektif
GoNews Group
13 jam yang lalu
Ekonomi Anjlok, Wakil Ketua MPR: Bukti Kebijakan Pemerintah Tak Efektif
4
Total 118.753 Orang, 1.882 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 29 Provinsi, Ini Rinciannya
Kesehatan
8 jam yang lalu
Total 118.753 Orang, 1.882 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 29 Provinsi, Ini Rinciannya
5
Memilukan, Buruh Tani Terpaksa Curi HP Agar Putrinya Kelas I MTs Bisa Belajar Online
Peristiwa
8 jam yang lalu
Memilukan, Buruh Tani Terpaksa Curi HP Agar Putrinya Kelas I MTs Bisa Belajar Online
6
Daripada Ribut, Abdul Fikri Faqih: Alihkan Anggaran POP Untuk Internet Gratis
GoNews Group
10 jam yang lalu
Daripada Ribut, Abdul Fikri Faqih: Alihkan Anggaran POP Untuk Internet Gratis
Loading...
Home  /   Berita  /   Politik

Pemilu Serentak 2019 Berlalu, Hoax Kini Mengancam Pilkada 2020

Pemilu Serentak 2019 Berlalu, Hoax Kini Mengancam Pilkada 2020
Ketua KPU RI, Arief Budiman di kantor KPU, Jl. Imam Bonjol, Jakarta Pusat. (Foto: Zul/GoNews)
Kamis, 22 Agustus 2019 07:21 WIB
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengusulkan pembentukan tim anti-hoax pemilu guna mengantisipasi sebaran massif informasi bohong atau hoax dalam Pilkada 2020.

"Ya kita usulkan, kita bisa membentuk Tim, atau kelompok kerja," ujar Ketua KPU Arief Budiman di kantor KPU, Jl. Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (21/08/2019).

Usulan ini, muncul dari pengalaman KPU dalam menyelenggarakan Pemilu. Terdekat, Pemilu 2014 dan Pemilu Serentak (Pileg dan Pilpres) 2019 yang menyisakan banyak catatan serangan hoax. Untuk 2019, hoax bahkan menyasar akun media sosial penyelenggara Pemilu.

Arief menjelaskan, tim anti-hoax rencananya akan diisi oleh orang-orang dari lintas lembaga terkait kepemiluan, siber, dan intelijen.

"Bisa dari penyelenggara Pemilu, aparat keamanan, kemudian penggiat media sosial, ahli-ahli siber dalam teknologi informasi, bisa Kominfo, BIN, BSSN, Mabes Polri," kata Arief.

Sebelumnya, Selasa (20/08/2019), dalam focus group discussion (FGD) yang digelar di kantor KPU RI, Hoax juga menjadi tema utama diskusi.

Pakar komunikasi politik, Henry Subiakto yang hadir dalam FGD itu mengungkapkan, hoaks saat ini digunakan sebagai bagian dari permainan politik, karena ruang permainan lain seperti money politic sudah kian sempit.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Sumber : Berbagai sumber
Kategori : Politik, Pemerintahan, GoNews Group

Loading...
www www