Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
Hukum
11 jam yang lalu
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
2
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
Politik
11 jam yang lalu
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
3
Mantan Staf Ahli Panglima TNI Galang Ribuan Dukungan untuk Ruslan Buton
Hukum
7 jam yang lalu
Mantan Staf Ahli Panglima TNI Galang Ribuan Dukungan untuk Ruslan Buton
4
Bom Meledak dalam Masjid Saat Jamaah Bersiap Shalat Isya, Ulama Terkemuka Jadi Korban
Internasional
19 jam yang lalu
Bom Meledak dalam Masjid Saat Jamaah Bersiap Shalat Isya, Ulama Terkemuka Jadi Korban
5
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
Hukum
7 jam yang lalu
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
6
Kasus Pemblokiran Internet di Papua, PTUN Putuskan Jokowi Bersalah, Dihukum Bayar Biaya Perkara Rp457 Ribu
Nasional
12 jam yang lalu
Kasus Pemblokiran Internet di Papua, PTUN Putuskan Jokowi Bersalah, Dihukum Bayar Biaya Perkara Rp457 Ribu
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Satu Anggota Kelompok Anarko Diamakan Polisi Akibat Kenakan Baju Beraroma Provokasi

Satu Anggota Kelompok Anarko Diamakan Polisi Akibat Kenakan Baju Beraroma Provokasi
Jum'at, 16 Agustus 2019 15:24 WIB
Penulis: C. Karundeng
JAKARTA- Polisi membenarkan adanya kericuhan dengan Wartawan saat meliput aksi demo buruh bertepatan dengan Sidang Tahunan MPR 2019.

Hal ini diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. Menurutnya, kericuhan antara anggota Polisi dengan massa pendemo terjadi di kompleks TVRI, Jumat (16/8/2019).

Ia juga membenarkan rekaman video pengamanan yang dilakukan anggota yang beredar di media sosial. Menurutnya, memang ada orang yang diamankan anggota. "Iya betul. Itu memang ada anggota kelompok Anarko yang diamankan anggota di lapangan," katanya.

Satu orang yang diamankan kata Argo, sebagai langkah preventif. Karena orang tersebut menggunakan pakaian yang bergambar dianggap bentuk provokasi. "Pakai kaos umpatan dan makian dalam bahasa inggris tapi ada gambar polisi. Preventif saja biar gak terjadi apa apa," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah video penggeledahan seseorang yang disebut dilakukan oleh anggota dari Reserse Mobil (Resmob) Polda Metro Jaya di lokasi demo masa di depan gedung TVRI Jumat (16/8/2019), beredar di media sosial.

Dalam video itu, salah seorang yang belum diketahui identitasnya diamankan oleh anggota polisi berseragam kemeja putih. Bahkan, kabarnya wartawan yang ada di sana juga mendapatkan intimidasi hingga telepon selulernya terjatuh dan hancur.***

Editor : Muslikhin Effendy
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Hukum, Pemerintahan

Loading...
www www