Dr. Nurrossi Nurasjati 

Semua Demi Prestasi Olahraga Indonesia 

Semua Demi Prestasi Olahraga Indonesia 
Kamis, 15 Agustus 2019 18:55 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Berbicara soal pengabdian dalam dunia olahraga jangan pernah ragukan Nurrosi Nurasjati. Saat menjadi atlet karate, wanita kelahiran Bandung, 16 April 1972 mencatat prestasi gemilang. Dari mulai medali emas SEA Games dan Kejuaraan Asia, hingga perak Kejuaraan Dunia berada dalam genggamannya.

Begitu pensiun dari atlet, Nurrosi Nurasjati yang akrab dipanggil Ochi atau Rossi pun meraih sukses saat menjadi pelatih karate nasional. Berbagai prestasi juga diukir Tim Karate yang ditanganinya. 

Tak hanya sampai di situ saja. Rossi juga sukses meneruskan pendidikan di FPOK IKIP Bandung dan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) . Dengan kemauan yang keras, Rossi mampu meraih S1 hingga S2 dengan nilai sempurna (cumlaude). Dan, pada tanggal 17 Februari 2015, Rossi yang tercatat sebagai pegawai Kemenpora ini meraih gelar Doktor dengan hasil sangat memuaskan. 

Kini, Dr Nurrosi Nurasjati benar-benar menunjukkan kualitasnya. Dia bukan hanya bisa mengangkat prestasi olahraga karate Indonesia di kancah internasional saat menjadi atlet. Namun, dia juga mampu membawa harum nama bangsa dan negara saat memimpin Tim Wushu Indonesia pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior di Brasil 2018. Kontingen Wushu Indonesia yang diperkuat 20 atlet junior sukses Rossi memboyong 19 medali. Yakni, 2 emas, 9 perak dan 8 perunggu. Luar biasa.

Atas prestasi itu, Rossi kembali ditunjuk Ketua Umum PB WI, Airlangga Hartarto menjadi Manajer Tim Wushu Indonesia yang akan tampil pada Kejuaraan Wushu Junior Asia di Brunai Darussalam, 16-23 Agustus 2019.  

"Saya itu kan sudah menjadi milik bangsa dan negara. Kebetulan saja saya kembali mendapat kepercayaan dari PB WI untuk menjadi manajer tim. Jadi, saya berusaha memberikan yang terbaik sehingga Tim Wushu Indonesia bisa menggapai prestasi pada kejuaraan Wushu Junior Asia. Apalagi, saya punya latar belakang olahraga beladiri karate yang tidak jauh  berbeda program pembinaan prestasinya dengan wushu. Prinsipnya, siap mengabdi bagi semua olahraga ...termasuk Wushu juga Ok," kata Rossi Nurasjati yang mencatat sejarah dua kali juara dunia berturut-turut di Jakarta, Kamis, 14 Agustus 2019. 

Soal target, Rossi menyebut akan berusaha memotivasi seluruh atlet junior untuk mengulang sukses seperti saat meraih 1 medali emas, 5 perak, dan 3 perunggu pada Kejuaraan Wushu Junior Asia di Korea Selatan 2017. 

"Saya tidak mau muluk-muluk menjanjikan lebih banyak medali emas. Perlu diketahui bahwa  persaingan pada Kejuaraan Asia itu sama beratnya dengan kejuaraan dunia. Kan, Iran dan China yang mendominasi kekuatan wushu dunia juga tampil," jelasnya.

Yang pasti, kata Rossi Nurasjati, 24 atlet yang terpilih itu merupakan yang terbaik dari hasil Kejuaran Nasional Wushu di Bangka Belitung 2019.  Bahkan, mereka sudah melakukan latihan persiapan maksimal di bawah pengawasan PB WI.  

"Persiapan mereka memang tidak dipusatkan di Jakarta tetapi di sasana masing-masing. Namun, program latihan yang mereka jalankan menghadapi Kejuaraan Wushu Junior Asia 2019 disusun Bidang Pembinaan dan Prestasi PB WI," tandas Rossi yang menerima penghargaan dari pemerintah sebagai "Legenda Olahraga Indonesia 2018".  

Biodata

Nama : Dr Nurosi Nurasjati 

Lahir : Bandung 16 April 1972

Pendidikan :

- SD : 1984 (di Kulalet I Bale Endah) (Siswa Teladan)

- SMP : 1987 SMPN Banjaran Bandung (Juara Cerdas Cermat)

- SMA : 1991 SMA Bale Endah Jurusan Fisika (siswa teladan)

Perguruan Tinggi :

- FPOK IKIP Bandung S1 lulus 1996 (Mahasiswa Teladan)

- Pascasarjana UNPAD Bandung 1999

- Melanjutkan S2 di UNJ (Program pendidikan Olahraga) 2006 (Cumlaude)

- Raih gelar Doktor 17 Februari 2015 (Cumlaude)

Prestasi :

1. Medali emas ASEAN Merdeka Games di Brunai Darussalam 1989

2. Medali perunggu Asia Pasifik (APUKO) di New Zealand tahun 1991

3. Medali perak dan perunggu Asia (AUKO/AKF) di Taiwan tahun 1993

4. Medali perak kejuaraan dunia di Fukuoka jepang 1994

5. Medali perunggu Asian Games Hiroshima  1994

6. Medali emas kejuaraan Asia (AUKO/AKF) di Manila tahun 1995

7. Ranking IV kejuaraan dunia WKF di Afrika Selatan tahun 1996

8. Medali emas kejuaraan Asia (AUKO/AKF) di Makau tahun 1997

9. Medali emas dan perunggu SEA Games 1997 

10. Medali perunggu Asia Pasifik pada Australia  1998

Prestasi sebagai Pelatih Nasional : 

1. 3 Emas, 8 Perak dan 10 Perunggu SEA Games Vietnam 2003

2. Juara Umum SEA Games Filipina 2005 

3. 1 perak 3 Perunggu Asian Games Qatar 2006

4. 1 perunggu di WKF Findlandia 1996

5. 1 Emas, 1 perak 1 perunggu Golden League di Jerman 1996

6. 3 Emas, 2 Perak dan 3 Perunggu Golden League di Swiss

7. 1 Emas, 1 perak dan 1 Perunggu di Kejuaraan Asia thn 2003. ***


wwwwww