Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Keluar dari Fase PSBB, Inilah Opsi yang akan Dilakukan oleh Pemko Bukittinggi
Ekonomi
9 jam yang lalu
Keluar dari Fase PSBB, Inilah Opsi yang akan Dilakukan oleh Pemko Bukittinggi
2
Masih Banyak Daerah Zona Merah, Ketua DPD Desak Pemerintah Kaji Ulang Pilkada di Bulan Desember
Umum
10 jam yang lalu
Masih Banyak Daerah Zona Merah, Ketua DPD Desak Pemerintah Kaji Ulang Pilkada di Bulan Desember
3
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di 'Pangong Lake'
Internasional
11 jam yang lalu
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di Pangong Lake
4
Sukamta Sebut New Normal Hanya Kedok Pemerintah Tutupi Kegagalan Tangani Covid-19
Politik
4 jam yang lalu
Sukamta Sebut New Normal Hanya Kedok Pemerintah Tutupi Kegagalan Tangani Covid-19
5
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
GoNews Group
10 jam yang lalu
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
6
Upaya Pulihkan Ekonomi, Pedagang Pasar Pusat Padang Panjang Siap Sambut New Normal
Lingkungan
9 jam yang lalu
Upaya Pulihkan Ekonomi, Pedagang Pasar Pusat Padang Panjang Siap Sambut New Normal
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Demi Pilpres 2024, Demokrat: Kursi Mensos Penting Buat AHY

Demi Pilpres 2024, Demokrat: Kursi Mensos Penting Buat AHY
Kamis, 15 Agustus 2019 13:53 WIB
JAKARTA - Arah Partai Demokrat mulai kelihatan. Akhirnya tidak malu-malu menyatakan ingin mendukung Presiden Joko Widodo. Tidak lagi netral seperti zaman Pemilu 2014. Bahkan, Demokrat secara gamblang mengincar posisi kementerian tertentu. Meskipun posisi partai berlogo bintang Mercy ini mendapatkan penolakan dan belum secara resmi bergabung.

Putra mahkota Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono dinilai paling cocok jadi menteri dari partai pimpinan SBY itu. Wasekjen Partai Demokrat Putu Supadma menilai, AHY cocok menjadi menteri sosial melihat pengalaman Komandan Kogasma Demokrat itu di militer, serta temu masyarakat lewat kegiatan sosial.

"Dengan pengalaman Mas AHY di militer 16 tahunan juga pengalaman dalam berbagai kegiatan membantu rakyat mengunjungi negeri, tentu tepat jika AHY didaulat menjadi menteri sosial RI," ujar Putu, kemarin.

Terkait hal itu, Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Aisah Putri Budiarti menilai, menempatkan AHY di posisi menteri adalah agenda transisi kepemimpinan trah Susilo Bambang Yudhoyono di Demokrat. Aisah melihat ada dua maksud Demokrat.

Pertama, membangun citra AHY di mata publik sebagai tokoh dan wajah baru Demokrat. Kedua, menaikkan kepercayaan diri partai pimpinan SBY itu yang jeblok pada dua Pemilu sebelumnya. Tujuan jangka panjang, demi Pemilu 2024. AHY jadi calon presiden atau wakil presiden dan mendongkrak suara partai.

"Hal ini tentu penting bagi Demokrat terutama secara jangka panjang menuju Pemilu 2024 nanti. Dalam hal ini tentunya tidak hanya kebutuhan Pileg, tapi juga peluang AHY maju sebagai calon alternatif untuk capres/cawapres pada Pemilu 2024," ujar Aisah kepada merdeka.com, Kamis (15/8).

Aisah menilai, posisi menteri sosial sangat strategis untuk memenuhi dua tujuan tersebut. Sebab, menteri sosial memberikan peluang interaksi langsung dengan masyarakat secara intensif.

Posisi menteri sosial juga wujud langsung kehadiran negara di masyarakat melalui program dan bantuan sosial. Selain itu, AHY bisa dapat panggung karena menteri sosial bakal banyak disorot media khususnya saat ada isu bencana dan masalah sosial.

"Tak cuma itu, posisi Mensos strategis juga karena menjadi salah satu sosok yang diperhatikan media, khususnya ketika dalam kondisi-kondisi khusus misalnya terjadi bencana atau problem sosial," kata Aisah.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Merdeka.com
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www