Fakta Seputar Tagar RebutanKursiUntukKorupsi yang Viral

Fakta Seputar Tagar RebutanKursiUntukKorupsi yang Viral
Kolase adalah unggahan @OppositeNewsID di twitter.
Selasa, 13 Agustus 2019 09:42 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Trending twitter Indonesia pada Selasa (13/08/2019), memuat tagar #RebutanKursiUntukKorupsi sebagai salah satu tagar popoler.

Sindiran terbuka soal jatah menteri dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri saat Kongres V partai Banteng di Sanur, Bali, pekan lalu, turut jadi materi cuitan warganet.

"Partai merah sarang korupsi,krn paling byk koruptor yg OTT dan msk bui

Mak banteng gk tau malu minta kursi lebih byk dg vulgar di depan forum

Akan makin byk lagi koruptornya

Rakyat yg gigit jari hidup susah

Apa yg di dpt dr suara yg telah diberikan," cuit @Ukhty_Muslimah_.

Cuitan yang mengaitkan korupsi dan dampaknya pada kesejahteraan masyarakat pun, muncul dari akun @OppositeNewsID

"Cruel leaders are replaced only to have new leaders turn cruel

If your own party’s politician is corrupt, speak up!

~~

Saat nasib anak bangsa bagai terabaikan hak hidup layaknya, kursi empukmu jd bancakan u/ korupsi!," cuitnya.

@OppositeNewsID bahkan melengkapi cuitnya dengan kolase berita. 3 berita korupsi yang masing-masing berjudul, 'KPK Tangkap Direktur PT AP II Diduga Terima Uang Terkait Proyek PT INTI', 'Miliaran Uang di Rumah Gubernur Kepri Ditemukan Berserakan', '3 Fakta Terbaru Nyoman Dharmantra yang Kena OTT KPK', dikolasekan dengan 3 berita terkait kesejahtetaan publik; '8.303 Balita Alami Stunting dan 1.071 Anak Idap Gizi Buruk di Pandeglang', 'Papua Akui Adanya Kematian 17 Warga di Bomela', dan 'Bikin Pusing! Biaya Sekolah Anak Mahal Banget'.

Soal kursi dan konsesi, juga disorot oleh peneliti Formappi, Lucius Karus. Tapi Lucius tak turut meramaikan tagar #RebutanKursiUntukKorupsi.

Lucius, mengungkap dugaan adanya kepentingan politis elit di balik mencuatnya rencana menghidupkan kembali Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Momen rencana pengaktifan kembali GBHN yang bertepatan dengan isu konsesi kursi di kabinet Jokowi Jilid II dan isu berebut kursi pimpinan MPR RI, dinilai Lucius patut menimbulkan tanda tanya.

"Jadi ini kan bisa saja ada bargain begitu," kata Lucius, Selasa (13/08/2019).***


wwwwww