Loading...
Home >  Berita >  Peristiwa

Berhasil Kembangkan Pariwisata, Sejumlah Desa di Riau Terima Penghargaan dari Gubri

Berhasil Kembangkan Pariwisata, Sejumlah Desa di Riau Terima Penghargaan dari Gubri
Selasa, 13 Agustus 2019 18:11 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PEKANBARU - Dinas Pariwisata (Dispar) Riau merilis 3 desa wisata terbaik Bumi Lancang Kuning, yaitu Desa Aliantan, Desa Koto Mesjid, dan Kampung Buatan Lestari Kabupaten Siak.

Penilaiannya melibatkan 3 orang dewan juri yakni, akademisi, praktisi pariwisata dan unsur pemerintah. 

Adapun metode yang digunakan dewan juri ketika melakukan penilaian, diantaranya, administrasi, tata kelola, jejaring serta pola promosinya. 

Setelah melakukan serangkaian penilaian, juara pertama diraih Desa Aliantan. Juara terbaik 2 Desa Koto Mesjid, dan juara terbaik 3 Kampung Buatan Lestari Kabupaten Siak.

"Iya betul, kami telah melaksanakan lomba desa wisata. Diikuti 12 desa dari 12 kabupaten/kota di Riau," kata Kepala Dinas Pariwisata Riau, Fahmi Usman, ketika dihubungi pada Selasa sore (13/8/2019).

Ia mengatakan pada pekan lalu, Gubernur Riau Syamsuar telah memberikan penghargaan berupa uang pembinaan kepada kepala desa yang desanya meraih juara.

"Juara 1 mendapatkan uang pembinaan 10 juta rupiah, juara 2 mendapat 7 juta rupiah, dan juara 3 mendapat 5 juta rupiah," Fahmi mengungkapkan. 

Sementara, Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata, Dispar Riau Yul Achyar menambahkan, kegiatan lomba wisata dilaksanakan bertujuan untuk mempersiapkan masyarakat desa wisata supaya lebih siap ketika menerima wisatawan di daerahnya.

"Upaya ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola dan masyarakat desa wisata, agar mampu meningkatkan dan mengembangkan desa wisata. Sebagai implementasi dari sinergi program pengembangan desa wisata," kata Yul Achyar.

Hal senada juga disampaikan, Wakil Sekjen HPI (Himpunan Pramuswista Indonesia) Osvian Putra, selaku salah satu dewan juri.

Ia mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk melihat perangkat desa bisa mengidentifikasi potensi desanya untuk dijadikan sebagai objek atau event wisata.

"Ujungnya nanti objek dan event itu bisa menjadi produk yang pada akhirnya bisa menghidupi warga desa dari sektor pariwisata. Kami juga ingin melihat dari sisi administrasi, tata kelola, jejaring serta pola promosinya apakah sudah terintegrasi atau belum. Itu yang dijadikan sebagai dasar acuan penilaian," jelasnya.

Adapun desa wisata yang menjadi penilaian dewan juri adalah, Anjungan Putri Bandar Bakau Kota Dumai, Kampung Buatan Lestari Kabupaten Siak, Desa Koto Sentajo Kabupaten Kuantan Singingi, Desa Kota Lama Kabupaten Indragiri Hulu, Desa Keritang Hulu Kabupaten Indragiri Hilir dan Desa Aliantan Kabupaten Rokan Hulu.

Kemudian, Desa Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir, Desa Koto Mesjid, Kabupaten Kampar, Desa Tesso Nilo Kabupaten Pelalawan, Desa Bantan timur Kabupaten Bengkalis, Desa Permai Kabupaten Meranti, Kampung Wisata Okura Pekanbaru.***

Kategori : Peristiwa, Pemerintahan

Loading...
www www