Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Sudah Teken PP Gaji ke-13 PNS, Paling Lambat Cair Pekan Depan, Ini Besarannya
Nasional
21 jam yang lalu
Jokowi Sudah Teken PP Gaji ke-13 PNS, Paling Lambat Cair Pekan Depan, Ini Besarannya
2
Catatan Kritis Anis Byarwati Tentang Omnibus Law
GoNews Group
7 jam yang lalu
Catatan Kritis Anis Byarwati Tentang Omnibus Law
3
Nadeo Argawinata Cs Antusias Jalani Latihan Perdana
GoNews Group
19 jam yang lalu
Nadeo Argawinata Cs Antusias Jalani Latihan Perdana
4
Latihan Perdana, Shin Tae Yong Belum Bisa Menilai Pemain Timnas
GoNews Group
19 jam yang lalu
Latihan Perdana, Shin Tae Yong Belum Bisa Menilai Pemain Timnas
5
Kecelakaan, Pesawat Bermuatan 190 Orang Terbelah Dua, 17 Tewas dan Lebih 100 Terluka
Internasional
10 jam yang lalu
Kecelakaan, Pesawat Bermuatan 190 Orang Terbelah Dua, 17 Tewas dan Lebih 100 Terluka
6
DPR Minta Tinjau Ulang Keputusan Pembukaan Sekolah di Zona Kuning
GoNews Group
6 jam yang lalu
DPR Minta Tinjau Ulang Keputusan Pembukaan Sekolah di Zona Kuning
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2019

Arema FC Tak Mau Campuri Urusan Persebaya

Arema FC Tak Mau Campuri Urusan Persebaya
Senin, 12 Agustus 2019 22:29 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MALANG – Arema FC tidak mau terlalu dalam mengurusi dapur calon tim lawan dalam derby Jatim di pekan 14 Kompetisi Sepakbola Liga 1 2019 mendatang. Persebaya Surabaya, yang akan bertandang ke Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kamis (15/8) depan, baru saja memecat pelatih Djajang Nurdjaman.

Pemecatan Djadjang, membuat Persebaya akan dilatih oleh asisten Bejo Sugiantoro, yang ditunjuk sebagai pelatih sementara.

 “Apapun yang terjadi di tim lain (Persebaya), tidak terlalu penting untuk kami," tutur Milomir Seslija, pelatih Arema FC.

Ia mengatakan, tim yang akan datang ke Malang, adalah tim yang sama meskipun tanpa Djadjang. Menurutnya, Arema tetap akan bermain melawan tim yang bagus dan memiliki kecepatan.

“Mereka tetap tim yang sama. Selain itu, laga ini derby. Pasti akan berbeda suasananya,” terang dia.

Sementara, terkait pergantian pelatih di tengah jalan, dianggap bukan solusi yang bagus. Namun, kondisi demikian justru lazim di sepak bola Indonesia.

"Di sepak bola Indonesia, mengganti pelatih di tengah kompetisi, bukan solusi yang tepat. Mengganti pelatih, mungkin bisa memberi efek bagus pada pemain. Tetapi, tidak bagus untuk jangka panjang, karena pelatih baru butuh penyesuaian," tutur pria asal Bosnia itu.

Dia mengatakan, hasil bagus membutuhkan proses. Sedangkan dengan pelatih baru, maka semuanya harus memulai dari awal.

“Pelatih berhubungan erat dengan sistem latihan, program, taktik maupun fisik," pungkasnya.

Kategori : GoNews Group, Olahraga

Loading...
www www